Home > Psikologi dan Jiwa > Pola Asuh Kombinasi Cara Mendidik Anak yang Lebih Baik

Pola Asuh Kombinasi Cara Mendidik Anak yang Lebih Baik


Dalam setiap kesempatan selalu disampaikan bahwa pola asuh orang tua dibagi menjadi 3 golongan atau 4 golongan dengan kecenderungan perbedaan yang sangat ekstrim diantara penggolongannya. Yang selalu menjadi pertanyaan pola asuh mana yang lebih baik, bagi penganut penggolongan permisif, demokratis dan otoriter selalu menjawab demokratis, sedangkan bagi penganut OTORITER, NEGLECTFUL, INDULGENT dan AUTHORITATIVE selalu menyampaikan bahwa  AUTHORITATIVE yang terbaik.

Pola Asuh Kombinasi

Suasana hati anak setiap waktu selalu berubah sehingga sangat diperlukan kepandaian orang tua untuk mengkombinasikan pola asuh agar tujuan pengasuhan anak, yaitu untuk menyejahterakan anak baik psikis maupun fisik dapat tercapai. 

Pola asuh type kombinasi adalah orang tua yang menerapkan pola asuh sesuai dengan kebutuhan dan kondisi anak. Pada pola asuh ini orang tua tidak selamanya memberikan alternatif seperti halnya pola asuh demokratis, akan tetapi juga tida selamanya melarang seperti halnya orang tua yang menerapkan ototriter dan juga tida secara terus menerus membiarkan anak seperti pada penerapan pola asuh permisif.

Pada pola asuh kombinasi orang tua akan memberikan larangan jika tindakan anak menurut orang tua membahayakan, membiarkan saja jika tindakan anak masih dalam batas wajar dan memberikan alternatif jika anak paham tentang alternative yang ditawarkan.

TIPS MENJADI ORANG TUA IDEAL

SEHUBUNGAN dengan pola asuh yang baik, Clara menyarankan beberapa hal berikut yang dapat digunakan orang tua untuk mempererat hubungannya dengan anak.

Menyediakan waktu untuk anak

Komunikasi yang baik memerlukan waktu yang berkualitas dan ini yang kadang tidak dipikirkan oleh orang tua. Tak sedikit orang tua yang meyakini bahwa yang penting adalah kualitas bukan kuantitas. Padahal dalam hal komunikasi, kuantitas juga diperlukan. Bila orang tua bisa memberikan waktu yang berkualitas bagi anaknya, maka itu berarti ia sudah mengasihi dan memperhatikan anaknya.

Berkomunikasi secara pribadi

Jangan tunggu sampai anak bermasalah. Setiap kali ada kesempatan, manfaatkan momen tersebut untuk mengajak anak bicara. Bicara di sini tidak sekadar basa-basi menanyakan apa kabarnya hari ini. Akan tetapi sebaiknya orang tua juga bisa menyelami perasaan senang, sedih, marah maupun keluh kesah anak.

Menghargai anak

Hargai keberadaan anak. Jangan hanya menganggapnya sebagai anak kecil. Kalaupun sedang bicara dengan anak, posisikan dirinya sebagai sosok yang dihargai dan sederajat. Dalam beberapa hal tertentu ada yang lebih diketahui anak ketimbang orang tua. Jadi ada baiknya orang tua pun belajar untuk menghargai dan mendengarkan pendapat anaknya.

Mengerti anak

Dalam berkomunikasi dengan anak, orang tua sebaiknya berusaha untuk mengerti dunia anak, memandang posisi mereka, mendengarkan apa ceritanya dan apa dalihnya. Mengenali apa yang menjadi suka dan duka, kegemaran, kesulitan, kelebihan, serta kekurangan mereka.

Menciptakan hubungan yang baik

Hubungan yang erat dapat mempersempit jurang pemisah antara orang tua dan anak. Dengan demikian anak mau bersikap terbuka dengan menceritakan seluruh isi hatinya tanpa ada yang ditutup-tutupi di hadapan orang tua.

Berikan sentuhan/kedekatan fisik dan kontak mata

Usahakan setiap hari untuk menyentuh, melakukan kontak mata dan kedekatan fisik dengan anak. Anak akan merasakan kasih sayang dan kehangatan orang tua bila ayah atau ibu mau melakukan hal-hal tersebut.

Dengarkan anak

Orang tua sebaiknya belajar untuk menjadi pendengar aktif bagi anaknya. Dengan demikian anak akan tahu bahwa orang tua mampu memahaminya seperti yang mereka rasakan. Bukan seperti yang dilihat atau disangka orang tuanya. Cara ini akan membuat anak merasa penting dan berharga. Selain itu anak akan belajar untuk mengenali, menerima, dan mengerti perasaan mereka sendiri, serta menemukan cara untuk mengatasi masalahnya.

Sumitro, S.Psi. – dalam Jurnal Psikologi Edisi V 2006-

About these ads
Categories: Psikologi dan Jiwa
  1. nadia
    August 5, 2009 at 7:34 am | #1

    artikel ini membuat saya semakin siap untuk menjadi orang tua yang baik thanks alot

  2. December 7, 2012 at 7:26 am | #2

    bagus banget nihh … g’salah masuk website ini ..
    apalagi tentang psikologi ..
    mantabbbb ..
    nice info untuk calon ibu ..

    thanks ..
    salam suksess selallu ..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 51 other followers

%d bloggers like this: