Anatomi Kanker Serviks/Leher Rahim

May 15, 2008


Keperawanan – Anatomi Hymem / Selaput Dara

May 4, 2008

Gadis atau wanita yang belum membiarkan patnernya untuk memasukkan penis kedalam vaginanya secara umum dianggap perawan. Definisi perawan lainnya adalah gadis atau wanita yang belum melakukan bentuk seksual apapun dengan orang lain dan belum mengenal/ menjejaki dirinya dengan baik. Ajaran agama yang keras menganggap perawan tidak hanya tidak melakukan sex secara phisik tapi juga pikiran tentang seksual. Masih dengan pernyataan perawan yang lain yaitu juga pikiran atau wanita yang mempunyai selaput dara yang utuh. Definisi anda tentang perawan tergantung sudut pandang anda.

Keperawanan kadang kala diterjemahkam sebagai status perkawinan seorang wanita, seorang wanita yang telah menikah dianggap dia sudah tidak perawan (walaupun mungkin dia tidak pernah berhubungan seksual dengan suaminya) akan tetapi yang belum menikah dianggap perawan.

Sebuah mitos yang dikembangkan oleh nenek moyang kita, tanda keperawanan adalah keluarnya darah pada saat malam pertama (kondisi hymem utuh), hal ini mungkin ada benarnya, akan tetapi tidak seluruh hymem memungkinkan mengeluarkan darah pada saat malam pertama.

Berikut ini adalah anatomi organ genital wanita :

Organ Genital Luar

Detail Organ Genital Luar

Organ Genital Dalam

Keterangan Gambar :

1. Glan of Clitoris

2. Labium Majus

3. Hymem

4. Posterior Labia Commissure

5. Prepuce of Clitoris

6. Labium Minus

7. External Orifice

8. Vaginal Orifice

9. Body of Clitoris

10. Crus of Clitoris

11. Greater of Vestibular Gland

12. Bulb of Vestibul

13. Opening of Greater Vestibular Gland (Probe)

14. Infundifulum of Uterine Tube

15. Ovary

16. Fundus of Uterus

17. Isthmus of Uterine Tube

18. Round Ligamen of Uterus

19. Vaginal Part of Cervix

20. Vagina

21. Ovarian Artery

22. Suspensory Ligament of Ovary

23. Internal Liliac Artery

24. Uterine Artery

25. Ovarian Branch of Uterine Artery

26. Internal Pudendal Artery

27. vaginal Artery

Beberapa selaput dara cukup elastis untuk mengizinkan penis masuk tanpa merobek, atau hanya merobek sebagian kecil dari selaput dara. Ini biasanya memang benar jika perobekan pertama terjadi secara bertahap dengan jari tangan atau obyek lainnya selama periode tertentu. Sisa dari selaput dara biasanya masih ada sampai seorang wanita melahirkan bayinya secara normal. Selaput dara dalam gambar diatas merupakan vulva dari wanita yang masih muda.

Ini timbul ketika ada banyak orang yang percaya bahwa selaput dara terletak di dalam vagina. Selaput dara, seperti yang terdapat dalam ilustrasi dibawah, merupakan bagian dari vulva, organ kelamin luar. Selaput dara terletak di luar vagina. Selaput dara merupakan lapisan tipis dari jaringan yang sebagian menutupi lubang vagina dari beberapa remaja dan wanita. Selaput dara juga sering dikatakan sebagai “cherry” dari seorang gadis atau perawan.

Jaringan dari vulva biasanya sangat tipis dan lembut sebelum masa pubertas. setiap aktifitas yang dapat menyebabkan ketegangan dari jaringan vulva dapat meregangkan atau merobek selaput dara. Akibatnya, banyak gadis dan remaja yang merobek ataupun membuat selaput dara mereka menjadi lebar saat melakukan olahraga, mengendarai kuda, memasukkan tampon, dan saat masturbasi. Seorang gadis mungkin tidak tahu saat itu terjadi, terutama jika hanya ada sedikit atau bahkan tidak ada darah yang keluar saat kejadian. Ini mungkin terjadi saat dia masih terlalu muda untuk mengingat atau mengerti tentang apa yang telah terjadi.

Ada atau tidak adanya selaput dara bukan merupakan indikasi keperawanan seorang gadis. Tak seorangpun dapat menentukan dengan pemeriksaan fisik sendiri apakah seorang wanita atau remaja telah melakukan hubungan seks lewat vagina. Hanya sekitar 50%  dari remaja dan wanita mengalami pendarahan pada saat pertama melakukan hubungan seks, sehingga darah dapat mewarnai seprai tempat tidur bukanlah merupakan indikator dari awal keperawanan. Selaput dara dari beberapa wanita robek lebih dari satu kali (biasanya). Bahkan ada selaput dara yang cukup elastis sehingga memungkinkan penis untuk masuk tanpa merobek, atau hanya merobek sebagian. Ini biasanya benar jika pelebaran pertama terjadi secara bertahap dengan tangan atau objek lainnya selama kurun waktu tertentu. Virginity merupakan atribut spiritual, bukan hanya fisik.

Berikut ini adalah perbandingan kondisi vagina yang masih memiliki selaput dara dengan yang tidak memiliki selaput dara :

Masih ada selaput dara

Selaput Dara Sudah Tidak Ada



G-SPOT

April 30, 2008

G-spot adalah satu atau beberapa titik sensitif yang masih menjadi misteri bagi sebagian besar pria. Reaksi yang ditimbulkan biasanya cukup membuat pria ingin menemukan kembali sumber kenikmatan tersebut.

Huruf G dalam G-spot berasal dari nama seorang dokter. Ernst Grafenberg yang menemukannya pada 1950-an. Menurut sang dokter, G-spot pada tubuh wanita terletak di dalam Miss Ginie di dinding bagian atasnya. Daerah itu membengkak dan biasanya akan menghasilkan respon menyenangkan, sehingga pada sebagian wanita menyebabkan orgasme.

Reaksi terhadap stimulasi G-spot, menurut Grafenberg, seperti yang ditulis Joel D. Block, Ph.D, pada buku Secrets of Better Sex, sangat bervariasi. Ada sebagian wanita sangat sensitif, terlalu sensitif, atau tidak sensitif sama sekali. Jadi, sebaiknya wanitalah yang menyentuh dan memberitahu bagian sensitifnya itu.

Sebelum Anda menggali dan mulai mencari-cari G-spot, ingat bahwa otak Anda dan pasangan harus membuat pikiran dipenuhi dengan cinta dan kasih pusat dari orgasme. Jika Anda mampu membiarkan pikiran bebas tanpa merasa terbebani, dipastikan dia mencapai kesenangan yang sangat diharapkan.

Setelah melalui perdebatan panjang selama lebih dari satu setengah abad, akhirnya para peneliti dari Inggris menemukan lokasi G-Spot wanita.

G-Spot, pertama kali ditemukan keberadaannya pada tahun 1950. Nama itu kemudian muncul dari seorang ginekolog asal Jerman, Ernst Graefenberg.

Dia mengatakan, area sekitar vagina adalah daerah paling sensitif wanita. Bila dirangsang, seorang wanita dapat mencapai tingkat kepuasan atau orgasme.

Tetapi dimana G-Spot itu berada, sempat hilang karena adanya bukti subjektif, bahkan ada beberapa pakar menyatakan G-Spot itu sebenarnya tidak ada.

Sebagaimana dikutip dari AFP,  menurut peneliti asal Italia, Emmanuele Jannini, hanya beberapa wanita yang beruntung bisa mendapatkan kepuasan di area tersebut. Meski demikian, Jannini mengaku sependapat dengan para pakar bahwa G-Spot itu sebenarnya tidak ada.

Untuk membuktikannya, Jannini melakukan percobaan di Universitas L’Aquila. Dia menggunakan alat ultrasound pada sembilan orang wanita yang mengaku pernah melakukan orgasme vagina dan 11 wanita yang tidak melakukannya.

Targetnya adalah jaringan kulit tipis yang lokasinya berada di depan dinding vagina di belakang uretra. Untuk kelompok pertama, lebih tebal, dibanding grup yang kedua, kemudian pemeriksaan elektronis yang membuktikan percobaan itu.

Dalam penelitiannya di The Journal of Sexual Medicine, Jannini mengatakan, percobaan yang dilakukannya jelas, yakni wanita yang tidak tahu G-Spotnya tidak dapat memperoleh orgasme vagina.


Posisi Hubungan Seks - Keuntungan dan Kerugian (1-5)

April 30, 2008

  • Posisi Pria : Berdiri
  • Posisi Wanita : Berdiri
  • Kaki Wanita : Terbuka
  • Arah Penetrasi : Depan

Keuntungan dan Kerugian

  1. Wanita Dapat Bergerak Bebas
  2. Penetrasi dangkal
  3. Dapat saling berciuman
  4. Dapat melakukan rangsangan pada payudara
  5. Dapat dilakukan dengan berpakaian
  6. Dapat saling menstimulasi tubuh pasangannya

  • Posisi Pria : Berdiri
  • Posisi Wanita : Kaki melingkar pada pangkal paha
  • Kaki Wanita : Terbuka Lebar
  • Arah Penetrasi : Depan

Keuntungan dan Kerugian

  1. Penetrasi dapat maksimal
  2. Dapat saling berciuman
  3. Dapat dilakukan dengan berpakaian
  4. Akses anus pada wanita
  5. Dapat dilakukan dengan berpakaian
  6. Melelahkan
  7. Gerakannya terbatas, tetapi wanita dapat memanfaatkan otot pelvic untuk menstimulasi pria

  • Posisi Pria : Berdiri
  • Posisi Wanita : Membungkuk
  • Kaki Wanita : Rapat
  • Arah Penetrasi : Belakang

Keuntungan dan Kerugian

  1. Penetrasi dapat masimal
  2. Dapat melakukan rangsangan pada clitoris
  3. Dapat melakukan rangsangan pada payudara
  4. Dapat dilakukan dengan berpakaian
  5. Menstimulasi bagian belakang vagina
  6. Mempercepat orgasme pada wanita
  7. Stroke (Hentakan/Tusukan) dapat dilakukan secara maksimal

  • Posisi Pria : Berdiri
  • Posisi Wanita : Merangkak di tempat tidur
  • Kaki Wanita : Terbuka Lebar
  • Arah Penetrasi : Belakang

Keuntungan dan Kerugian

  1. Penetrasi dapat masimal
  2. Dapat melakukan rangsangan pada clitoris
  3. Dapat melakukan rangsangan pada payudara
  4. Dapat dilakukan dengan berpakaian
  5. Wanita dapat merangsang kantung pelir (sklotrum)
  6. Dapat saling menstimulasi tubuh pasangannya
  7. Akses anus pada wanita
  8. Menstimulasi bagian belakang vagina
  9. Stroke (Hentakan/Tusukan) dapat dilakukan secara maksimal

  • Posisi Pria : Berdiri
  • Posisi Wanita : Membungkuk dengan tangan menempel lantai
  • Kaki Wanita : Terbuka Lebar
  • Arah Penetrasi : Belakang

Keuntungan dan Kerugian

  1. Penetrasi dapat masimal
  2. Akses anus pada wanita
  3. Menstimulasi bagian belakang vagina
  4. Stroke (Hentakan/Tusukan) dapat dilakukan secara maksimal

ORGASME - PSIKOLOGI DAN FISIOLOGI

April 30, 2008

Bangkitnya gairah seksual wanita dan orgasme merupakan proses yang kompleks yang melibatkan pikiran dan tubuh. Pikiran manusia menerima rangsangan seksual dari tubuh, memprosesnya dan berdasarkan pada pembelajaran terdahulu dan pengamalan menyebabkan tubuh meresponnya. Otak dapat mulai memproses gairah seks dalam respon pikiran (khayalan seksual), rangsangan secara visual (melihat pasangan yang telanjang), rangsangan yang dapat didengar (mendengar suara pasangan), rangsangan penciuman (bau dari tubuh pasangan), dan rasa (rasa tubuh pasangan). Tubuh mulai proses bangkitnya gairah sebagai hasil dari seorang wanita, atau pasangannya, menyentuh alat kelaminnya atau payudaranya, perasaan serasa udara mengalir melalui kulitnya yang terekspose, atau pakaiannya yang merangsang alat kelaminnya atau payudaranya. Pikiran dan tubuh selama dapat mengalami bangkitnya gairah seksual secara terpisah, tidak bisa mengalami orgasme secara terpisah. Orgasme membutuhkan keduanya, pikiran dan tubuh yang bekerja bersama-sama.

Orgasme mungkin lebih merupakan sebuah persepsi mental daripada sebuah pengalaman fisik bagi para wanita melebihi pria, sebagai hasil dari berbagai pelarangan seksual diberikan kepada wanita. Kemampuan seorang pria untuk mencapai ereksi dan ejakulasi merupakan sebuah simbol kejantanannya, gairah seksual seorang wanita dan kenikamatan seksual mungkin terlihat sebagai “diluar kontrol” dan “ceroboh”. Itu mungkin mengapa para wanita seringkali kurang mengalami orgasme daripada pria karena salah satunya karena harus berpura-pura bahwa keduanya sama-sama orgasme.

Ada dua perubahan secara phisik yang harus dialami tubuh jika seorang wanita mengalami orgasme. Yang pertama adalah “vasocongestion”, darah berkumpul dalam payudara dan alat kelamin. Hal ini mengakibatkan payudara dan alat kelamin menjadi lebih besar, tubuh merasa hangat atau panas untuk disentuh, perubahan warna payudara dan alat kelamin, dan pelumasan vagina. Yang kedua adalah “Myotonia” atau “ketegangan otot-otot syaraf (neuromuscular)”, terbentuknya energi/kekuatan dalam ujung-ujung syaraf dan otot-otot dari seluruh tubuh.

Beberapa wanita mungkin mengalami mytonia yang kuat karena merasakan penuh atau keeratan dalam tubuh anda sebelum orgasme, titik dimana tidak bisa kembali. Beberapa wanita tidak bisa membiarkan diri mereka sendiri lebih jauh, melepaskannya, dan oleh karena itu mereka tidak mengalami orgasme.

Berikut ini adalah tiga contoh impuls seksual wanita. Contoh 1 memperlihatkan orgasme berganda; contoh 2 memperlihatkan gairah yang mencapai level stabil tanpa terus mencapai orgasme dan contoh 3 memperlihatkan beberapa penurunana singkat dalam tahap perangsang diikuti sebuah tahap resolusi yang bahkan lebih cepat

Gambar Contoh Impuls Respon Seksual Pada 3 Jenis Orgasme

Para ahli seks telah memecahkan siklus respon tersebut ke dalam 4 tahapan, perangsangan, kondisi stabil, orgasme, dan resolusi. Definisi dari hal tersebut berubah-ubah dan seseorang mungkin tidak sadar atas apa yang dialami tubuh mereka pada setiap tahap. Lamanya waktu yang dihabiskan seseorang untuk mengalami setiap tahap, dan bahkan urutan dari tiap tahapan mungkin bervariasi pada setiap orang. Seorang wanita yang sedang berkencan dapat mengalami gairah seksual beberapa kali, bahkan tanpa diketahuinya, tanpa pernah mengalami tahap stabil. Dia mungkin mengalami gairah seksual dan tahap stabil selama dia berdansa, tetapi kembali pada tahap tidak bergairah selama menuju ke rumah. Sekali di rumah dia dapat mengalami gairah secara cepat dan orgasme sebagai akibat dari perangsangan secara langsung pada alat kelamin tanpa mengalami tahap stabil. Cara di mana seseorang mengalami setiap tahapan adalah unik bagi mereka, dan bahkan hal ini akan berubah tergantung pada mood mereka dan bersama siapa mereka.

Gambar Kondisi Genital Internal dalam Siklus Respon Seksual

Bangkitnya gairah dapat disertai oleh respon-respon phisik dan mental dan atau rangsangan phisik:

* Dimulai dengan pelumasan vagina, dalam 10- 30 detik.

* 2/3 bagian dalam vagina membesar.

* Uterus (rahim) dan cervix ( mulut rahim ) tertarik ke atas.

* Labia majora menipis dan berpisah.

* Ukuran labia minora meningkat.

* Ukuran clitoris (kelentit) membesar.

* Puting susu menjadi tegak sebagai akibat dari kontraksi-kontraksi otot-otot.

* Saat berada pada gairah puncak, ukuran payudara dapat membesar.

Seperti yang disebutkan di atas, pelumasan vagina sebagai akibat dari vasocongestin pada dinding vagina. Cairan lembab “merembes” dari dinding vagina sebagai akibat meningkatnya darah yang terdorong ke sana. Proses ini disebut “Transudation”. Tetesan kecil dari cairan lembab terbentuk di dalam vagina sebagai akibat dari rembesan ini. Tetes-tetes cairan ini terkumpul bersama-sama dan mengalir keluar dari vagina, menyebabkan vulva menjadi lembab. Banyaknya, ketebalan, dan bau pelumas vagina wanita bervariasi di antara wanita satu dengan yang lainnya, dan dengan wanita yang sama tergantung pada banyak faktor, termasuk kondisi menstruasinya, dan apa yang telah dia makan. Adanya pelumasan vagina tidak menandakan bahwa seorang wanita betul-betul siap untuk melakukan hubungan intim, juga bukan berarti tidak adanya pelumasan menandakan dia tidak bergairah seksual. Beberapa wanita menghasilkan sedikit cairan lembab dan memerlukan penggunaan pelumas berbahan dasar air, seperti Jelly K-Y. (Penggunaan pelumas dengan bahan dasar petroleum bisa mengakibatkan infeksi vagina). Sementara hal itu sangat normal atau bersifat sementara, jika anda mengalami masalah dengan kekeringan vagina selama hubungan intim, periksalah ke dokter anda. Wanita yang lainnya menghasilkan begitu banyak cairan lembab sehingga mereka membasahi semuanya, yang mana dapat memalukan pada saat itu terjadi di tempat umum. Hal ini juga normal, dan ini hanya merupakan akibat dari berbagai variasi dalam tubuh wanita.

Gambar Perubahan Pada Vulva Selama Siklus Respon Seksual

Selama tahap stabil seorang wanita dapat mengalami:

1. Ditandai dengan peningkatan ketegangan seksual.

2. Peningkatan vasocongestion dalam vagina disebabkan 1/3 dari bagian luar vagina membengkak, menyebabkan ukuran lubang vagina menurun mungkin 30%.

3. 2/3 bagian dalam dari vagina menggembung. Seorang wanita bisa mengalami hasrat yang kuat untuk dipenuhi, rasa sakit pada vagina.

4. Jumlah pelumasan vagina bisa menurun selama tahap ini, khususnya jika diperpanjang.

5. Clitoris (kelentit) menjadi ereksi secara meningkat, kelenjar bergerak ke arah tulang panggul, menjadi lebih tersembunyi oleh bagian tudungnya.

6. Labia minora sangat meningkat ketebalannya, sekitar 2-3 kali.

7. Peningkatan ukuran labia bagian dalam bisa memisahkan labia bagian luar mengakibatkan lubang vagina menjadi lebih menonjol.

8. Warna labia minora berubah dari merah muda menjadi merah bagi wanita yang belum melahirkan, dari merah terang menjadi merah gelap pada wanita yang telah melahirkan. Warna yang sebenarnya bisa bervariasi, tetapi tidak ditandai perubahan warna.

9. Areola, daerah berwarna disekeliling puting susu menjadi membengkak.

10. Payudara, meningkat ukurannya 20-25% bagi wanita yang belum menyusui bayi, bagi wanita yang telah menyusui, kurang atau tidak ada peningkatan ukuran.

11. 50% -70% wanita mengalami “gejolak seks” pada dada mereka dan daerah tubuh lainnya akibat dari meningkatnya aliran darah dekat permukaan kulit.

12. Detak jantung meningkat, mungkin berdebar dengan jelas.

13. Adanya suatu tanda peningkatan dalam besarnya tegangan seksual pada paha dan pantat.

14. Tubuh seorang wanita sekarang secara penuh siap untuk melakukan hubungan intim melalui vagina.

Gambar Perubahan Payudara dalam Respon Siklus Seksual

Selama tahap orgasmik seorang wanita dapat mengalami:

  1. Kontraksi otot berirama terjadi di bagian 1/3 terluar dari vagina, uterus (rahim), dan anus. Kontraksi otot yang pertama adalah sangat kuat, dan terjadi dengan kecepatan yang sedikit lebih cepat dari ada 1 detik (0,8 detik). Ketika orgasme terus berlanjut, kontraksi menjadi kurang kuat dan terjadi pada kecepatan yang lebih jarang. Sebuah orgasme yang ringan bisa memiliki 3-5 kontraksi, orgasme yang kuat memiliki 10–15 kontraksi.
  2. “Gejolak seks” terjadi bahkan lebih jelas dan menutupi bagian tubuh yang lebih besar.
  3. Otot-otot diseluruh tubuh berkontraksi selama orgasme, bukan hanya yang berada di daerah pelvic (panggul).
  4. Orgasme juga berperan dalam otak, sebagaimana ditunjukkan dari oleh pengontrolan gelombang otak.
  5. Beberapa wanita akan mengeluarkan atau menyemprotkan cairan dari urethra mereka selama orgasme. Hal ini sering sekali disebut ejakulasi wanita. Sementara para pengamat masih mencari tahu apakah yang dikeluarkan itu merupakan urine atau ejakulasi wanita, sumber cairan tersebut tidaklah sangat penting, para wanita seringkali dilaporkan mengalami orgasme yang sangat kuat ketika hal itu terjadi. Itu semua betul-betul merupakan cara-cara, kesenangan wanita. Tidak seorang pun mempertanyakan ejakulasi pria, bahkan jika itu begitu kotor berbau.
  6. Myotonia jelas berubah diseluruh tubuh, khususnya dalam wajah, tangan, dan kaki. Ekpresi muka seorang wanita menandakan bahwa dia merasakan sakit saat dia sedang mengalami orgasme yang menyenangkan.
  7. Pada puncak orgasme seluruh tubuh menjadi kaku selama sesaat.

Macam-Macam Bentuk Anatomi Selaput Dara / Hymem

April 30, 2008


Nutrisi untuk Hubungan Seksual yang Berkualitas

April 28, 2008

Dr Morton Walker dalam buku Sexual Nutrition (Nutrisi Seksual), mengatakan bahwa dengan 9.000 kalori per gram, lemak adalah sumber konsentrasi energi tubuh yang besar.

Namun, panas tinggi yang digunakan saat memasak lemak dapat mengubah struktur kimia, menciptakan racun yang tidak dapat dimakan, dan akan mengganggu susunan hormon seksual.

Untuk itulah, dianjurkan pada setiap pasangan untuk mengurangi lemak dengan membatasi makan goreng-gorengan, daging yang dipanggang di atas arang (pan fried atau grilled), hot dog, alpukat, donat, kue-kue manis, dan potato chips.

Di negara-negara dunia ketiga, masalah seksualitas dan reproduksi ini hampir tidak dikenal. Sebab, pola makan penduduknya kebanyakan terdiri dari buah-buahan, sayuran, serta kacang dan padi-padian.

Sebagian besar ahli nutrisi percaya bahwa, dua sendok makan lemak sebenarnya sudah mencukupi kebutuhan harian minimal tubuh. Kombinasi padi-padian, kacang-kacangan, polong-polongan atau biji-bijian dengan sedikit protein hewani (produk susu, daging ayam, atau telur) akan dapat meningkatkan nutrisi.

Jadi, untuk menjaga kemampuan seks dan juga kualitas hubungan seks anda dan pasangan, sebaiknya segera kurangi konsumsi lemak dalam makanan sehari-hari mulai sekarang. Lakukanlah diet bila perlu, untuk menjaga kebugaran fisik anda berdua. Sebab, kesehatan dan kebugaran fisik adalah salah satu kunci kesuksesan dalam berhubungan seks.

Mengkonsumsi strawberry dan raspberry diyakini dapat meningkatlan gairah seksual, demikian dikatakan oleh seorang ahli nutrisi. Patrick Holford mengatakan kedua buah ini memiliki zat besi yang tinggi yang terkandung dalam bijinya.

Biji kedua buah ini berbeda dengan biji pada buah lain, karena biji dalam strawberry dan raspbery umumnya dimakan, sedangkan biji pada buah lain biasanya dibuang. Zat besi adalah nutrisi yang banyak mempengaruhi faktor seksual.

Mereka menghasilkan testosterone yang dibutuhkan dalam proses pembentukan sperma. Tubuh wanita akan lebih ceppat terangsang jika zat besi dalam tubuhnya berada dalam jumlah banyak. Kandungan zat besi ini memungkinkan pria untuk melakukan hubungan seks 3 kali dalam waktu 24 jam.

“Pesan saya sederhana saja, setiap kali anda melakukan hubungan seks atau anda ingin mempersiapkan diri anda dan pasangan untuk melakukan hubungan seksual, anda cukup memakan segenggam raspbery atau strawberry.”

“Dan bukan hanya kandungan zat besinya yang berguna bagi kebutuhan anda saat beraktivitas di ranjang. Mereka juga memproduksi anti-oxidant yang berguna melancarkan peredaran darah pada seluruh organ seksual. Mereka juga menghasilkan glycaemic yang dapat meningkatkan tenaga.”

Kelebihan nutrisi yang  diasup oleh seseorang dan disimpan dalam bentuk lemak dapat menyebabkan terjadinya gangguan fungsi seksual. Sebuah penelitian yang dilakukan di AS, menemukan bahwa orang-orang yang mengalami obesitas, dan lalu menguruskan tubuh akhirnya dapat menikmati kehidupan seksual yang lebih menyenangkan, selain juga membuat merasa lebih sehat. Laporan tentang penemuan ini diungkapkan di pertemuan rutin yang digelar Obesity Society, di Vancoouver, Kanada.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh direktur Diet and Fitness Center di Durham, Martin Binks, diduga orang-orang yang mengalami obesitas secara signifikan rata-rata tinggi mengalami kualitas hubungan seksual buruk. Namun, “hanya sedikit yang diketahui tentang pengaruh pengurangan berat badan dalam masalah ini,’ ungkap peneliti tersebut.

Dalam studi yang mereka lalukan, Binks dan koleganya melakukan percobaan data kualitas seksual dari orang-orang yang menguruskan badannya. Percobaan tersebut dilakukan pada 161 wanita yang mengalami obesitas dan 26 pria yang juga mengalami obesitas. Data tersebut dikumpulkan tiap tiga bulan selama dua tahun. Untuk mengukur kualitas seksual dalam kehidupan, para peneliti menggunakan berbagai pertanyaan standar yang berjudul ‘Pengaruh Kegemukan Pada Kualitas Dalam Kehidupan.’

Diantara faktor yang disebutkan dalam survey tersebut antara lain: perasaan seksual yang tak menarik, kurangnya gairah seksual, keengganan terlihat dalam keadaan tanpa busana, kesulitan melakukan kegiatan seksual, menghindari rangsangan seksual, dan kurang menikmati aktivitas seksual.

Secara garis besar, orang-orang dalam studi ini kehilangan 13% berat badan mereka selama dua tahun, ungkap Binks. “Pada awal percobaan, baik pria maupun wanita yang berpartisipasi mengindikasikan kalau mereka mengalami kesulitan yang signifikan dalam segala wilayah terkait kualitas seksual dalam kehidupan,” ujar peneliti ini.

Para wanita, lebih banyak mengalami kesulitan dari pada kaum pria. “Bagi para wanita, tak ingin dilihat dalam keadaan tanpa busana dan tak dapat menikmati aktivitas seksual merupakan sebuah masalah yang menggangu,” ujar Binks.

Akan tetapi, kehidupan seksual, baik bagi pria maupun wanita jauh lebih baik saat mereka kehilangan beberapa kilo dari berat mereka. “Perbaikan kualitas kehidupan seksual terhubung langsung dengan kehilangan berat badan, dan sepertinya mereka mencapai tingkat maksimal saat mampu mengurangi berat badan sebesar 12%,” ungkap Binks.

67% dari wanita mengatakan, kalau mereka merasakan tak menarik secara seksual di awal studi. “Lazimnya turun hingga 26,4% dalam setahun dan tetap stabil,” ujar Binks. “Sedang yang tak diinginkan terlihat tanpa busana turun dari 62,7% hingga 34,3%,” tambahnya. Dan ada pengurangan serupa di area lainnya.

Sementara itu, ada perbaikan serupa pada kaum pria, ada beberapa pria dalam studi ini yang dapat membuat definisi kesimpulan yang sama. Bagi para pria, tidak menginginkan terlihat tanpa busana dan tak dapat menikmati hubungan seksual merupakan dua masalah penting, seperti halnya para wanita.

“10% kekurangan berat badan yang signifikan memperbaiki hampir sebagian besar masalah kesehatan. Nampaknya kualitas kehidupan seksual makin membaik seperti segala masalah terkait berat badan yang juga jadi lebih baik,” ujar Binks.


Psikologi Hubungan Seksual

April 28, 2008

Menurut Sternberg, cinta adalah sebuah kisah, kisah yang ditulis oleh setiap orang. Kisah tersebut merefleksikan kepribadian, minat dan perasaan seseorang terhadap suatu hubungan. Ada kisah tentang perang memperebutkan kekuasaan, misteri, permainan dan sebagainya. Kisah pada setiap orang berasal dari “skenario” yang sudah dikenalnya, apakah dari orang tua, pengalaman, cerita dan sebagainya. Kisah ini biasanya mempengaruhi orang bagaimana ia bersikap dan bertindak dalam sebuah hubungan.

Sternberg terkenal dengan teorinya tentang segitiga cinta . Segitiga cinta itu mengandung komponen: (1) keintiman (intimacy), (2)  gairah (passion) dan (3) komitmen.

Keintiman adalah elemen emosi, yang di dalamnya terdapat kehangatan, kepercayaan (trust) dan keinginan untuk membina hubungan.

Ciri-cirinya antara lain seseorang akan merasa dekat dengan seseorang, senang bercakap-cakap dengannya sampai waktu yang lama, merasa rindu bila lama tidak bertemu, dan ada keinginan untuk bergandengan tangan atau saling merangkul bahu.

Gairah adalah elemen motivasional yang didasari oleh dorongan dari dalam diri yang bersifat seksual.

Komitmen adalah elemen kognitif, berupa keputusan untuk secara sinambung dan tetap menjalankan suatu kehidupan bersama. Menurut Strenberg, setiap komponen itu pada setiap orang berbeda derajatnya. Ada yang hanya tinggi di gairah, tapi rendah pada  komitmen . Sedangkan cinta yang ideal adalah apabila ketiga komponen itu berada dalam proporsi yang sesuai pada suatu waktu  tertentu. Misalnya pada tahap awal hubungan, yang paling besar adalah komponen keintiman. Setelah keintiman berlanjut pada gairah  yang lebih besar, (dalam beberapa budaya) disertai dengan komitmen yang lebih besar. Misalnya melalui perkawinan.

Pada budaya tertentu, komitmen dianggap sebagai kekutan utama dalam perkawinan. Karena itu banyak perkawinan (dalam budaya  tersebut) yang hanya dilandasi oleh komitmen masing-masing pihak pada lembaga perkawinan itu sendiri. Perkawinan dipandang sebagai  keharusan budaya dan agama untuk melanjutkan keturunan, atau karena usia, atau untuk meningkatkan status, atau sebab-sebab lain.

Perkawinan seperti ini akan terasa kering karena baik suami maupun istri hanya menjalankan kewajibannya saja. Variasi lain, perkawinan hanya dianggap sebagai lembaga yang mensahkan hubungan seksual. Perkawinan semacam ini kehilangan sifat  persahabatannya, yang ditandai dengan tidak adanya kemesraan suami istri, seperti makan bersama, berbincang-bincang, saling  berpelukan dan sebagainya.

Memamng kenyataannya sebuah hubungan seksual dalam sebuah lembaga perkawaninan kadang kala hanya menjadi rutinitas karena basis  perkawinan telah bergeser dari cinta menjadi beban melaksanakan kewajiban. Lain halnya jika sebuah pasangan tetap menjadikan cinta sebagai landasan berumah tangga, maka unsur gairah merupakan salah satu tujuan dari pencapaian hubungan seksual.

Stuart Brody, seorang psikologis dari Universitas Paisley menyatakan bahwa bercinta bisa membantu mengurangi stres yang berlebihan.   Dalam laporan yang ditulis majalah New Scientist menyebutkan hanya hubungan seksual yang ’sebenarnya’ (penetrative intercourse)  yang bisa membantu meredakan rasa tegang, sementara untuk hubungan seksual lainnya tak akan memberi efek apapaun pada tingkat  stres.

Dalam hal ini Professor Brody memonitor beragam efek seks pada tingkat tekanan darah dan pengaruhnya pada situasi stres. Pada riset ini Brody meminta 24 wanita dan 22 pria mencatat seberapa sering mereka berhubungan dalam beragam gaya seks. Kemudian  mereka diminta untuk menjalani tingkat stress mereka meliputi public speaking dan mental arithmetic secara manual.

Para responden yang melakukan penetrasi dalam hubungan seksual mereka menunjukkan penurunan  tekanan darah mereka kearah normal  lebih cepat dibanding responden yang melakukan aktivitas seks lainnya seperti masturbasi.

Sementara untuk peserta yang tak melakukan aktivitas seksual apapun mengalami lonjakan tekanan darah ke tingkat stres. Meskipun dalam hal ini Dr Brody juga menyebutkan faktor kesehatan dan kepribadian juga turut berperan pada tingkat stres seseorang.

Professor Brody mengatakan kemungkinan efek menenangkan terkait dengan rangsangan dari beragam syaraf yang terjadi selama berhubungan seksual, namun tidak termasuk seks dalam bentuk lain. Dalam hal ini syaraf vagal memainkan peranan penting dalam proses psikologi dan pelepasan hormon oxytocin yang keluar selama   berhubungan seks juga memiliki efek menenangkan.

Prof Brody mengatakan bahwa sangatlah masuk akal dalam istilah evolutionary untuk standar hubungan seks heteroseksual yang  diasosiasikan dengan efek-efek positif yang sangat luas pada tingkah laku seseorang.

Dia menambahkan riset mengenai pertumbuhan badan yang dikhususkan pada ‘hubungan badan’, dan bukan perilaku seksual lainnya, baik sendiri maupun dengan partner, berkaitan dengan manfaat-manfaat  psikologis maupun fisiologis yang lebih luas. Semakin banyak   frekuensi hubungan, semakin banyak manfaat yang didapat.


Anatomi Organ Genital Wanita

April 27, 2008

Organ Dalam

Organ Luar

1. Clitoris
2. Labia majora
3. Hymen
4.
Perineum
5. Hood of the clitoris (juga disebut prepuce)
6. Labia minora
7. Urethral orifice - or urethral opening
8. Opening of the vagina


Fisiologi Ereksi

April 27, 2008

Ereksi terjadi saat katup darah pada pangkal penis terbuka dan meyebabkan darah mengalir kedalam penis.  Darah mengalir memenuhi corpus cavernosum and corpus spongiosum yang berongga (lihat bagian anatomi penis). Setelah seluruh bagian penis terisi darah (kecuali ureter) maka terjadi ereksi. Ereksi terjadi sebagai hasil dari sistem syaraf parasympathetic yang bekerja ketika pria dewasa mendapatkan rangsangan. Akan tetapi pada anak-anak ereksi terjadi pada saat tidur dikenal dengan istilah nocturnal penile tumescence yang terjadi pada saat tidur REM (Rapid Eye Movement) dan biasanya terjadi 100 menit semalam.