Home > postpartum, Uncategorized > Tanda-Tanda Normal Kala Nifas

Tanda-Tanda Normal Kala Nifas


Penyesuaian masa nifas

1. Perubahan fisik 1)

Selama nifas, saluran reproduktif anatominya kembali ke keadaan tak hamil normal. Yang meliputi perubahan struktur permanen pada serviks, vagina dan perineum sebagai akibat persalinan dan kelahiran. Perubahan ini disebut dengan involusi uterus yaitu :

1. Bekas implantasi plasenta segera setelah lahir seluas 12 x 15 cm, permukaan kasar, dimana pembuluh darah besar bermuara.

2. Pada pembuluh darah terjadi pembentukan trombose, disamping pembuluh darah tertutup karena kontraksi otot.

3. Bekas luka implantasi dengan cepat mengecil, pada minggu ke-2 sebesar 6 sampai 8 cm, dan akhir puerperium sebesar 2 cm.

4. Lapisan endometrium dilepaskan dalam bentuk jaringan nekrosis bersama dengan lochia.

5. Luka bekas implantasi plasenta akan sembuh karena pertumbuhan endometrium yang berasal dari tepi luka dan lapisan basalis endometrium.

6. Kesembuhan kesempurnaan pada saat akhir masa nifas.

2. Perubahan psikologis 11)

Pada nifas terdapat tiga fase adaptasi

1. Taking in (0 – 2 hari)

1) Ibu bersikap tergantung

2) Pasif

3) Fokus pada diri sendiri

2. Taking hold (hari 3 – minggu ke 5)

1) Tergantung atau tidak tergantung

2) Fokus melibatkan bayi

3) Melakukan peran diri sendiri

3. Letting go (minggu ke 5 – 8)

1) Independen ada peran yang baru

2) Tubuh ibu telah sembuh


Tanda-Tanda Normal pada Lochia

1. Lochia merah

Adalah lochia yang keluar pada 3 – 4 hari pertama yang disebabkan oleh darah yang berasal dari tempat plasenta.

2. Lochia Serosa

Adalah lochia yang berwarna merah muda keluar pada hari ke 5 – 9 pada masa nifas. Hal ini disebabkan oleh semakin sedikit darah yang terkandung didalam lochia dan jumlah serum semakin banyak mengandung banyak leucocytes.

3. Lochia putih

Adalah lochia yang mengandung leucocytes, servical mucus dan runtuhan dari jaringan penyembuhan. 12)

4. Tanda-Tanda Normal pada Payudara

1. Pada 3 – 4 hari pertama payudara akan menjadi lebih berat dan mengalami pembesaran.

2. Pembesaran akan berhenti ketika bayi mulai menetek.

3. Bagi ibu yang tidak menyusui, pembesaran akan berhenti dan cenderung menurun seiring dengan menurunnya produksi ASI yang disebabkan proses pengeluarannya tidak mendapat rangsangan dari hisapan bayi. 13)

Categories: postpartum, Uncategorized
  1. anonim
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: