Home > Kesehatan Masyarakat > Persepsi

Persepsi


Sebuah proses internal yang dinamakan persepsi, yang bermanfaatsebagai sebuah alat penyaring (filter) dan sebagai metode untukmengorganisasi stimuli yang memungkinkan kita menghadapi lingkungan  kita. Proses persepsi tersebut menyediakan mekanisme melalui seleksi  stimuli dan dikelompokkan dalam wujud yang berarti. Akibatnya adalah  bahwa kita lebih dapat memahami gambaran mengenai lingkungan yang
diwakili oleh stimuli tersebut (Winardi, 2002).  Persepsi pada hakekatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh  seseorang di dalam memahami informasi tentang lingkungan, baik melalui  penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan dan penciuman  (Thoha, 1980).  Salah satu alasan mengapa persepsi demikian penting dalam hal  menafsirkan keadaan sekeliling kita adalah bahwa kita masing-masing  mempersepsi, tetapi mempersepsi secara berbeda, apa yang dimaksud  dengan sebuah situasi ideal. Persepsi merupakan sebuah proses yang  hampir bersifat otomatik, dan ia bekerja dengan cara yang hampir serupa  pada masing-masing individu, tetapi sekalipun demikian secara tipikal  menghasilkan persepsi-persepsi yang berbeda-beda. Kita dapat memperluas pandangan tentang persepsi sebagai  mekanisme melalui stimuli lingkungan (termasuk di dalamnya upaya upaya komunikasi), hingga dicapai kesimpulan bahwa persepsi teramatpenting bagi pemahaman dan terbentuknya perilaku. Seseorang individu  tidak bereaksi atau berperilaku dengan cara tertentu, karena situasi yang  terdapat di sekitarnya, melainkan karena apa yang terlihat olehnya, atau   apa yang diyakini olehnya tentang situasi tersebut.  Agar seseorang dapat menyadari dan dapat melakukan persepsi  ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi, yaitu :

a). Adanya objek yang dipersepsi. Objek menimbulkan stimulus  yang mengenai alat indera atau reseptor. Stimulus dapat datang dari luar  langsung mengenai indera dan dapat datang dari dalam yang langsung  mengenai syaraf penerima (sensoris) tapi berfungsi sebagai reseptor.
b). Adanya indera atau reseptor, yaitu sebagai alat untuk menerima  stimulus.
c). Diperlukan adanya perhatian sebagai langkah awal menuju  persepsi.

Jika rangsangan merupakan faktor eksternal dalam proses  pengamatan maka faktor individu merupakan faktor internal. Menghadapi  rangsangan dari luar itu seseorang bersikap selektif untuk menentukan  rangsangan mana yang akan diperhatikan sehingga menimbulkan  kesadaran. Melalui proses selektif terhadap suatu rangsangan, seseorang  dapat mempunyai tanggapan atau pendapat tentang objek tertentu. Dalam  hal ini persepsi dapat diukur dari proses memberikan nilai terhadap objek  tertentu dari orang tersebut.

Categories: Kesehatan Masyarakat
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: