Home > Antenatal Care > Mengukur Status Gizi Ibu Hamil dengan BMI (Bodi Mass Index)

Mengukur Status Gizi Ibu Hamil dengan BMI (Bodi Mass Index)


<!–[if gte mso 9]&gt; Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 &lt;![endif]–><!–[if gte mso 9]&gt; &lt;![endif]–>

Kenaikan berat badan ibu hamil secara tepat tidak diketahui. Hal ini diketahui bahwa kenaikan berat badan ibu selama kehamilan memberikan kontribusi yang sangat penting bagi proses dan output persalinan. Peningkatan berat badan yang adekuat akan memperkecil terjadinya resiko terjadinya persalinan small gestational age (SGA) atau preterm.Kebutuhan peningkatan berat badan untuk setiap wanita berbeda-beda. Faktor yang mempengaruhi besarnya kebutuhan berat badan ditentukan oleh tinggi badan dan berat badan, apakah wanita tersebut memiliki berat badan normal, kurang atau lebih sebelum kehamilan. Metode yang biasa digunakan dalam menentukan kondisi berat badan dan tinggi badan adalah body mass index (BMI). Formula ini digunakan untuk menghitung BMI adalah

BMI = Berat/Tinggi2

BMI dapat diintepretasikan dalam kategori sebagai berikut :

<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Kurang dari 19,8 adalah berat kurang atau rendah

<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>19,8 sampai dengan 26,0 normal

<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>26,0 sampai dengan 29 adalah berat lebih atau tinggi

<!–[if !supportLists]–>d. <!–[endif]–>Lebih dari 29 obesitas.

Wanita dengan kategori rendah, peningkatan berat badan idealnya saat hamil adalah 12,5 sampai dengan 18 kg. Sedangkan untuk wanita dengan BMI normal, peningkatan berat badan idealnya pada saat hamil adalah 11,5 sampai dengan 16 kg dan untuk wanita dengan BMI yang lain, peningkatan berat badannya antara 7 sampai dengan 11,5. Remaja disarankan untuk meningkatkan berat badannya lebih dari porsi yang ditetapkan karena ditakutkan jika mengikuti porsi diatas maka janinnya kecil. Remaja yang mengalami sakit selama 2 – 3 tahun setelah memperoleh haid pertamanya diperkirakan memiliki resiko tinggi disebabkan oleh permasalahan nutrisi karena telah ditetapkan bahwa ibu dan janin memliki ketergantungan pada nutrisi.Telah ditemukan bukti bahwa wanita yang memiliki usia sampai dengan 19 tahun kebutuhan nutrisinya pada saat kehamilan harus sangat diperhatikan terutama melalui bimbingan. Wanita dengan tinggi badan kurang dari 157 cm kenaikan berat badannya disarankan mendekati batas bawah kenaikan berat badan yang direkomendasikan untuk mengurangi meningkatnya resiko akibat timbulnya komplikasi yang sifatnya mekanis.

Untuk kehamilan kembar pada saat ini belum ditemukan rekomendasi yang sesuai dengan menggunakan dasar BMI. Pada kehamilan kembar untuk memperoleh hasil yang terbaik disarankan untuk menaikan berat badan sebesar 20 kg (Wong, 1997 : 180).

  1. ulan
    November 9, 2009 at 8:04 am

    tinggi badannya dalam meter ya… :D

  2. nirmala
    November 19, 2011 at 3:12 am

    mau nayak nie refrensinya mengukur status gizi ibu hamil

  3. mey
    January 23, 2012 at 11:42 am

    contohnya gimana tuh?? nilai tinggi kan lbih banyak dari baerat,,trus tinggi(pangkat 2),,
    dihitung dalam satuan ato gimana??

  4. gustina
    July 10, 2012 at 4:10 pm

    boleh tau ga sumber buku referensinya apa dan juga nama pengarangnya?

  5. December 10, 2012 at 7:33 am

    untuk anak kembar jika sudah ada buat artikelnya iia mbak’ terimakasih ..

    nice info..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: