Home > manajemen laktasi > Hubungan Seks Saat Menyusui

Hubungan Seks Saat Menyusui


Disadur dari : Koran Sindo Minggu, 18/02/2007

BANYAK pasangan muda merasa kehidupan seksualnya berubah setelah mereka memiliki anak. Apalagi pada bulan-bulan pertama pascamelahirkan, kegiatan mengurus bayi dan menyusui membuat istri lebih banyak mencurahkan perhatian kepada si kecil dibandingkan suami.Apakah sebenarnya kegiatan menyusui dapat memengaruhi kegiatan seksual suami-istri? Masa pascamelahirkan mungkin menjadi masa sulit bagi pasangan suami-istri (pasutri) karena segera setelah si kecil lahir, mereka disibukkan dengan kebutuhan-kebutuhan sang buah hati selama 24 jam.

Waktu dan tenaga seakan tercurah hanya untuk si kecil sehingga sulit rasanya mencari waktu untuk memenuhi kebutuhan biologis. Beberapa bulan pertama setelah melahirkan, hormon pada diri wanita akan diprogram ulang untuk menyusui dan mengasuh bayi. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Divisi Uroginekologi, Departemen Obstetri dan Ginekologi, FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo dr Budi Imam Santoso SpOG(K). Menurut Budi, secara fisik kondisi ibu pada masa pascamelahirkan masih mengalami kelelahan akibat proses kelahiran.

Ditambah dengan kegiatan menyusui bayi sekitar dua jam sekali setiap hari. Ibu menyusui sering tidak cukup istirahat,padahal menyusui memberi kesempatan ibu untuk beristirahat dan memulihkan tenaga. Isapan bayi saat menyusu akan membuat kelenjar pituitari di otak ibu mengeluarkan hormon prolaktin. Hormon ini membuat ibu merasa rileks, dan kadang mengantuk sehingga biasanya ibu

bisa beristirahat dengan baik,sekalipun saat ia menyusui di malam hari. Kondisi ini tentunya sangat baik untuk membantu memulihkan tenaga ibu yang terkuras untuk persalinan. Sayangnya, ibu dan orangorang di sekitar ibu sering tidak menyadari hal ini.Tiap kali selesai menyusui, ibu bukannya beristirahat melainkan melakukan berbagai kegiatan yang menguras energi. Dengan demikian ibu menjadi sangat kelelahan dan tidak berminat melakukan hubungan intim. ”Pada prinsipnya tidak ada masalah untuk melakukan hubungan seksual setelah selesai masa nifas yaitu 40 hari. Hormon prolaktin tidak akan membuat ibu kehilangan gairah seksual,” ujar Budi.

Dia menambahkan, beragamnya perilaku seksual bisa terjadi pada ibu-ibu pascamelahirkan yang menyusui. Sebagian merasa tidak bergairah melakukan kegiatan seksual. Sisanya merasakan hasrat seksual yang tinggi. ”Intinya ialah permasalahan psikologis ibu untuk melakukan hubungan seksual jika memang ibu sudah tidak mengalami luka pascapersalinan, maka tidak masalah,”tegas dia. Budi menepis anggapan bahwa menyusui dapat menurunkan hormon-hormon tertentu yang berpengaruh pada gairah seksual. Umumnya, hormonhormon ibu akan kembali normal setelah proses persalinan. Hal senada diungkapkan Dr dr Dwiana Ocviyanti SpOG (K), staf pengajar Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM.

Dia mengungkapkan bahwa kegiatan seksual ibu pada masa menyusui pada dasarnya tergantung dari kondisi fisik. Jika ditelusuri lebih lanjut, ada dua macam penyebab yang mungkin menurunkan gairah seksual ibu pascamelahirkan. Penyebab secara langsung seperti luka pada persalinan normal atau operasi dan penyebab tidak langsung seperti depresi, babyblues,atau kelelahan ketika merawat bayi. (ririn sjafriani)

  1. memey
    April 30, 2009 at 6:43 am

    aq g tau jg soalkyk gt tp yang jelas takut deeeeeeeeeeeee

  2. Anirara
    August 19, 2011 at 7:43 pm

    Huh. . .saya baru melahirkan,kata orang tua dulu hubungan seks saat bayi masih menyusu mempengaruhi tumbuh kembang anak,bener gak?

  3. December 11, 2012 at 7:27 am

    ????

    aku belum negrtii ???
    hahaaa…
    #@#@#@######&&&$#@###$$

    tapi nice info ..

  4. August 8, 2014 at 12:30 am

    huu…saya hbs melahirkan
    suami sya minta bercinta tp kata ibu sya hbs melahirkan tdak blh melakukan behubungan intim dlu karena bsa menyebab kan ke robekan pda kelamin sya…
    Nah gtu dh makaya suami sya ngertiin sya banget.

  5. ???
    August 8, 2014 at 12:32 am

    huu…saya hbs melahirkan
    suami sya minta bercinta tp kata ibu sya hbs melahirkan tdak blh melakukan behubungan intim dlu karena bsa menyebab kan ke robekan pda kelamin sya…
    Nah gtu dh makaya suami sya ngertiin sya banget.

  6. risky alamsyah
    September 14, 2014 at 3:15 pm

    Yg aq tanyakan,,benarkah hubungan seks saat ibu menyusui menyebabkan badan anak menjadi lunak/lentur,,?????
    Atau menyebabkan rasa ASInya gak enak atau gak segar lagi,,??????

  7. bunbun
    October 30, 2015 at 7:52 am

    aku bantu jawab ya,,,,

    1. jika sudah habis masa nifas, tidak apa melakukan hubungan intim dengan suami. yang tidak boleh adalah ketika masih nifas, karena saat nifas vagina istri masih mengeluarkan darah.
    2. tidak benar jika berhubungan intim pasca melahirkan dapat merobek kembali luka pasca persalinan (dengan catatan berhubungan intimnya normal yaa,,, ^.^) dan c istri yakin bahwa masa nifas sudah berakhir plus yakin bahwa luka pasca melahirkan sudah kering dgn baik. Vagina diciptakan dengan elastisitas yg tinggi.
    3. berhubungan intim saat masih menyusui dede bayi tidak akan berpengaruh pada kualitas ASI.

    #sumber:pengalamanpribadi^.^

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: