Home > Uncategorized > Dampak Infeksi Genital Terhadap Persalinan Kurang Bulan

Dampak Infeksi Genital Terhadap Persalinan Kurang Bulan


Oleh Sofie Rifayani Krisnadi

PENDAHULUAN

Persalinan kurang bulan (PKB persalinan prematur) kejadiannya masih tinggi, baik di negara maju maupun di negara yang sedang berkembang; dan bayi kurang bulan (prematur) merupakan penyumbang tertinggi terhadap angka kematian bayi baru lahir.

Pencegahan persalinan kurang bulan umumnya sulit dan tidak efektif, antara lain karena etiologinya multifaktor, seperti status sosioekonomi, nutrisi, konstitusi, imunologi dan mikrobiologi di samping penyebab yang terkait dengan komplikasi obstetri (perdarahan antepartum, hipertensi pada kehamilan atau komplikasi medis lainnya).(1)

Banyak penelitian yang mengaitkan kejadian PKB dengan infeksi, terutama akibat korioamnionitis pada kejadian ketuban pecah dini (KPD). KPD meningkatkan risiko bayi terinfeksi, sehingga memperberat masalah akibat kurang bulannya (ketidak matangan paru, hipotermi, sindrom gawat nafas dan lain-lain). KPD atau korioamnionitis tanpa KPD sering dihubungkan dengan infeksi urogenital. Pada kehamilan normal cairan amnion steril; adanya mikroorganisme intraamnion berhubungan dengan kejadian PKB.(4)

Dari sekian banyak faktor penyebab PKB, infeksi merupakan penyebab sekitar 40% PKB(2) dan paling dapat dicegah dan diobati untuk menurunkan kejadian PKB. Karena ketuban pecah dini (KPD) merupakan faktor sangat penting terhadap kejadian infeksi, maka seyogyanya pemberian antibiotika dilakukan sebelum terjadi KPD(5) Pendapat ini masih diperdebatkan sampai saat ini terutama pada PKB dengan selaput ketuban intak.(6-7)

Infeksi urogenital yang dianggap berpengaruh terhadap kejadian KPD adalah:

1. Bakteriuri tanpa gejala(8,9)

2. Vaginosis bakterial

3. Trikomoniasis

4. Servisitis Gonorrhoeae

5. Infeksi Chlamydia trachomatis

BAKTERIURI TANPA GEJALA (asymptomatic bacteriuria)

Bakteriuri tanpa gejala didefinisikan sebagai terdeteksinya > 100.000 koloni satu spesies bakteri per ml urin yang dikultur dari sampel midstream. Kejadiannya pada ibu hamil ± 2-7 %.(9) Bakteri yang tersering dapat diisolasi adalah Escherichia coli. Kehamilan sendiri tidak meningkatkan kejadian bakteriuri tanpa gejala, akan tetapi pielonefritis akut terjadi pada 20-40% ibu hamil dengan bakteriuri tanpa gejala yang tidak diobati. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kejadian PKB lebih banyak pada ibu dengan bakteriuri dibandingkan dengan pada ibu hamil tanpa bakteriuri. Sekitar 40-80% komplikasi kehamilan yang disebabkan oleh pielonefritis akut dapat dicegah dengan mengobati bakteriuri tanpa gejala; oleh karena itu mengobati bakteriuri tanpa gejala dapat menurunkan risiko PKB.

Penyebab lain bakteriuri adalah Streptokokus Grup Beta (GBS) yang sering berhubungan dengan kolonisasi GBS di daerah urogenital. The Center for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan agar ibu hamil dengan bakteriuri GBS diterapi pada saat diagnosis untuk mengurangi kemungkinan PKB dan pada saat persalinan untuk mencegah infeksi GBS pada neonatus. Setelah pengobatan selesai, biakan urin harus diulang untuk meyakinkan eradikasi GBS; jika masih positif berarti tergolong bakteriuri persistent atau recurrent. Untuk ini diberi pengobatan supresif 100 mg nitrofurantoin per hari p.o. sampai bayi lahir.(10)

VAGINOSIS BAKTERIAL (BV-Bacterial vaginosis)(11-18)

Suatu keadaan karakteristik yang ditandai oleh perubahan ekosistem vagina, yang ditunjukkan dengan berkurangnya Laktobasili, sedangkan beberapa bakteri fakultatif anaerob bertambah dengan mencolok yakni Mobiluncus species, Prevotella species, Gardnerella vaginalis, Mycoplasma hominis dan Ureaplasma urealyticum.

Kejadiannya pada ibu hamil sekitar 15-20%(13) keadaan ini merupakan faktor risiko persalinan kurang bulan spontan, ketuban pecah dini serta infeksi pasca salin/pasca operasi. Sekitar 15-40% penderita BV tidak menunjukkan gejala klinis, selebihnya mengeluhkan keluarnya duh tubuh vagina berbau amis.

Untuk praktisi klinik, diagnosis ditegakkan dengan kriteria Amsel, yakni apabila ada tiga dari empat kriteria di bawah ini :

1. Cairan vagina homogen, putih keabuan atau seperti susu.

2. Clue cells (terdapat pada > 20% epitel sel vagina pada pemeriksaan mikroskop dengan pembesaran 400x).

3. pH vagina >4.5

4. Bau amis sebelum atau setelah penambahan 10% KOH.

Di Indonesia, kejadian BV dalam kehamilan lebih tinggi dari penyakit infeksi dalam kehamilan lainnya (bakteriuri tanpa gejala, N. gonorrhoeae, C.trachomatis dan T. vaginalis) dan keberadaannya meningkatkan kejadian ketuban pecah dini/KPD dan persalinan kurang bulan/PKB. Secara teoritis pengobatan BV sangat potensial dapat menurunkan kejadian KPD dan PKB.(18)

Pengobatan BV telah banyak dilakukan. McGregor memakai krim klindamisin. Metronidazol oral terbukti menurunkan kejadian PKB dari 39% menjadi 18% (Morales, dikutip oleh McGregor, 2000). Hauth (1995) memakai metronidazol oral digabung dengan eritromisin, berhasil menurunkan kejadian PKB. Penelitian berikutnya yang memakai klindamisin oral dan metronidazol oral membuktikan penurunan kejadian PKB, tetapi Joesoef di Indonesia mendapatkan angka kejadian BBLR sedikit meningkat di kelompok terapi (dibanding plasebo).

INFEKSI TRICHOMONAS VAGINALIS

Infeksi protozoa ini merupakan PMS yang banyak ditemukan, namun dapat diobati dengan baik. Kejadiannya pada ibu hamil di Australia berkisar sebanyak 25%, di Indonesia tidak ditemukan data. Diagnosis ditegakkan pada saat Pap’s smear rutin wanita hamil atau dengan preparat basah pada ibu hamil dengan keluhan. Trikomoniasis dalam kehamilan dapat menyebabkan bayi terinfeksi saat persalinan dan dapat menyebabkan demam pada masa neonatal.(19) Cochrane review menyatakan dampak trikomoniasis terhadap hasil kehamilan, baik berupa KPD atau PKB belum jelas.(20)

Gejala yang timbul berupa duh vaginal berwarna hijau kekuningan, berbau busuk, gatal, dan nyeri saat berkemih atau saat bersanggama.(21) Pengobatan metronidazol pada ibu hamil tanpa gejala, gagal menurunkan angka kejadian PKB. Hal ini menggaris bawahi perlunya pengobatan trikomoniasis sebelum kehamilan.(19) Metronidazol cukup efektif, dosis tunggal biasanya diberikan hanya pada kehamilan trimester 2 atau 3. Efektifitas pengobatan akan meningkat jika pasangan seksual juga diobati.

SERVISITIS GONOROIKA

Neisseria gonorrhoeae dapat ditransmisikan dari ibu ke bayi pada saat persalinan, mengakibatkan oftalmia gonokokal atau infeksi sistemik pada neonatus. Servisitis N.gonorrhoeae juga meningkatkan kejadian PKB meskipun tidak ada penelitian plasebo-kontrol (karena melanggar etik). Keadaan ini juga dapat meningkatkan kejadian endometritis dan sepsis pasca salin.

Gejala servisitis gonoroika mirip klamidiasis (sering tanpa gejala), juga gejala sisanya; servisitis gonoroika lebih sering bergejala daripada klamidiasis. Diagnosis ditegakkan dengan melakukan apus serviks (diplokokus intraseluler) dan kultur atau PCR (Polymerase chain reaction). Tes resistensi/uji kepekaan antibiotika dilakukan bersamaan dengan pengambilan apus serviks. Pengobatan gabungan amoksisilin dengan probenesid unggul dibandingkan dengan spektinomisin (OR 2.40, 95%CI 0.71-8.12), juga jika dibandingkan dengan seftriakson (OR 2.40, 95%CI 0.71-8.12); tetapi seftriakson unggul dibandingkan dengan cefixime (OR 1.22, 95%CI 0.16-9.04). Penelitian ini dilakukan pada 346 ibu hamil.(22) Antibiotik yang diberikan hendaknya juga dapat meliputi pengobatan untuk klamidia, karena sering terjadi ko-infeksi.22

INFEKSI CHLAMYDIA TRACHOMATIS

Infeksi Chlamydia trachomatis (PMS) biasanya tidak bergejala, dapat menyebabkan servisitis, endometritis dan radang panggul dengan gejala sisa faktor tuba (infertilitas atau kehamilan ektopik).

Diagnosis ditegakkan dengan PCR (Polymerase chain reaction) DNA probe assay atau uji cepat dengan immunofluorescence dan enzyme immunoassay langsung (dapat dilakukan sendiri dengan apus serviks).(24) Pengobatan dengan amoksisilin sama efektifnya dengan eritromisin, bahkan lebih dapat ditolerir.(25) Klindamisin dan azithromisin hanya digunakan bila amoksisilin atau eritromisin tidak dapat diberikan.

Pengobatan mutakhir adalah dengan azitromisin. Uji klinik membuktikan bahwa dosis tunggal per oral preparat ini setara efektifitasnya dengan doksisiklin 100 mg dua kali sehari selama tujuh hari; keduanya dapat mencapai keberhasilan terapi 95%. Azitromisin juga efektif untuk non specific urethritis pada ibu hamil. Pengobatan yang tidak sempurna menyebabkan radang panggul pasca salin, nyeri panggul kronis, infertilitas dan kehamilan ektopik. Pemberian antibiotika dalam kehamilan umumnya ditujukan untuk prevensi morbiditas dan mortalitas perinatal pada ibu dan janin. Pada ancaman persalinan kurang bulan (PKB) harus dicari kemungkinan penyebab infeksi.

Pada kehamilan Chlamydia menyebabkan amnionitis dan endometritis postpartum. Transmisi dari ibu ke anak dapat terjadi saat persalinan dan dapat menyebabkan oftalmia dan/atau pneumonitis pada neonatus. (23) Selain infeksi genital, infeksi maternal seperti tifoid, pielonefritis, apendisitis, pneumoni atau infeksi lain dengan demam tinggi dapat menyebabkan PKB terutama karena toksin mikro-organismenya.

KEPUSTAKAAN

1. Romero R, Suplelveda W, Baumann P et al. The preterm labor syndrome: biochemical, cytologic, immunologic, pathologic, microbiologic, and clinical evidence that preterm labor is a heterogeneous disease. Am J Obstet Gynecol 1993, 168:288.

2. Gibbs R, Eschenbach D. Use of antibiotics to prevent preterm birth. Am J Obstet Gynecol 1997, 177:375–80.

3. Mertz HL, Ernest JM..Antibiotics and Preterm Labor. Current Women’s Health Reports 2001, 1:20–6.

4. Mazor M, Chaim W, Maymon E et al. The role of antibiotic therapy in the prevention of prematurity. Clin Perinatol 1998, 25:659–85.

5. Hay PE, Lamont RF, Taylor-Robinson D, Morgan DJ, Ison C, Pearson J. Abnormal bacterial colonisation of the genital tract and subsequent preterm delivery and late miscarriage. BMJ 1994; 308:295-8.

6. Mercer B, Miodovnik M, Thurnau G et al. Antibiotic therapy for reduction of infant morbidity after preterm premature rupture of the membranes. JAMA 1997, 278:989.

7. King J, Flenady V. Antibiotics for preterm labor with intact membranes. In:A comprehensive review of all clinical trials to date examining the use of antibiotics in patients with preterm labor and intact membranes. The Cochrane Database of Systematic Reviews.Oxford: The Cochrane Library; 2001.

8. Romero R, Oyarzun E, Mazor M, Sirtori M, Hobbins, JC, Bracken M. Meta-analysis of the relationship between asymptomatic bacteriuria and preterm delivery/low birth weight. Obstet Gynecol 1989;73:576-82.

9. Kinningham RB. Asymptomatic bacteriuria in pregnancy. Am Fam Physician 1993;47:1232-8.

10. Patterson TF, Andriole VT. Detection, significance, and therapy of bacteriuria in pregnancy. Update in the managed health care era. Infect Dis Clin North Am 1997;11:593-608.

11. Eschenbach DA, Hillier S, Critchlow C, Stevens C, DeRouen T,Holmes KK. Diagnosis and clinical manifestations of bacterial vaginosis. Am J Obstet Gynecol 1988;158:819-28.

12. Spiegel CA. Bacterial vaginosis. Clin Microbiol Rev 1991;4:485-502.

13. Eschenbach DA, Gravett MG, Chen KC, Hoyme UB, Holmes KK. Bacterial vaginosis during pregnancy: an association with prematurity and postpartum complications. Scand J Urol Nephrol Suppl 1984;86:213-22.

14. Eschenbach DA. Bacterial vaginosis and anaerobes in obstetric gynecologic infection. Clin Infect Dis 1993;16 Suppl 4:S282-7.

15. McGregor JA, French JI. Bacterial vaginosis in pregnancy. Obstet Gynecol Surv 2000;55:S1-19.

16. Ugwumadu AH. Bacterial vaginosis in pregnancy. Curr Opin Obstet Gynecol 2002;14:115-18.

17. Gibbs RS. Chorioamnionitis and bacterial vaginosis. Am J Obstet Gynecol 1993;169:460-62.

18. Joesoef MR, Hillier SL, Wiknjosastro G, Sumampouw H et al. Intravaginal clindamycin treatment for bacterial vaginosis: effects on preterm delivery and low birth weight. Am. J. Obstetr. Gynecol. 1995;173:1527-31.

19. Klebanoff MA, Carey JC, Hauth JC, et al. Failure of metronidazole to prevent preterm delivery among pregnant women with asymptomatic Trichomonas vaginalis infection. N Engl J Med 2001; 345: 487-93.

20. Gülmezoglu AM. Interventions for trichomoniasis in pregnancy. The Cochrane Database of Systematic Reviews 2002, Issue 3. Art. No.: CD000220. DOI: 10.1002/14651858.CD000220.

21. Centers for Disease Control and Prevention. 1998 Guidelines for treatment of sexually transmitted diseases. MMWR 1998; 47(No. RR-1): 20-26, 52-74, 88-94

22. Brocklehurst P. Antibiotics for gonorrhoea in pregnancy. The Cochrane Database of Systematic Reviews 2002, Issue 2. Art. No.: CD000098. DOI: 10.1002/14651858.CD000098

23. Sawhney MPS, Batra RB. Chlamydia trachomatis seropositivity during pregnancy. Indian J Dermatol Venereol Leprol November-December 2003; 69 Issue 6,394-95.

24. Ostergaard L, Andersen B, Moller JK, Olesen F. Home sampling versus conventional swab sampling for screening of Chlamydia trachomatis in women: a cluster-randomized 1-year follow-up study. Clin Infect Dis 2000; 31: 951-57.

25. Brocklehurst P, Rooney G. Interventions for treating genital chlamydia trachomatis infection in pregnancy. The Cochrane Database of Systematic Reviews 1998, Issue 4. Art. No.: CD000054. DOI: 10.1002/14651858.CD000054.

26. Martin DH, Mroczkowski TF, Dalu ZA et al. A controlled trial of a single dose of azithromycin for the treatment of chlamydial urethritis and cervicitis. The Azithromycin for Chlamydial Infections Study Group. N Engl J Med 1992; 327: 21-925.

  1. August 2, 2013 at 3:00 pm

    Vanek attracted inhabitants to own determination as
    the michael kors factory outlet replica shoes and they asked me
    open one store in India. But Louis Vuitton continued sponsoring a series
    of high-heeled shoes of michael kors factory outlet.

  2. August 24, 2013 at 5:28 pm

    For the season, so long as they did — sure made this seem a lot more subtle,
    filled with days at school and nights sharpening sticks to
    defend against polar bears. Louis Rams in the Superdome showed Payton peering out from the
    picture and targeted the area of her body where the cancer
    grew. So victor cruz womens jersey is branching out into sporting services.
    But victor cruz womens jersey, who pass away.

    But we have recruited decent players.

  3. September 21, 2014 at 8:01 am

    I have learn several just right stuff here.

    Definitely value bookmarking for revisiting. I wonder how so much attempt you place to make this
    type of magnificent informative website.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: