Home > Uncategorized > Konsep Managemen Asuhan Kebidanan Pada Abortus Imminens

Konsep Managemen Asuhan Kebidanan Pada Abortus Imminens


I. Data Dasar
A. Subjektif
1. Biodata

Sudah jelas……

2. Keluhan utama
Terjadi perdarahan bercak pervaginan tanpa disertai dengan keluarnya jaringan pada usia kehamilan sebelum 20 mg.
(Sarwono Prawiroharjo, 2002 : 147)
3. Riwayat Penyakit Terdahulu
– Pernah/tidak menderita penyakit pneumonia, tifus abdominalis, malaria, sifilis, anemia, toksoplasmasis.
– Pernah/tidak menderita penyakit menahun seperti hipertensi, penyakit ginjal, penyakit hati, DM.
– Pernah/tidak menderita keracunan, nikotin, gas beracun, alkohol.
4. Riwayat Penyakit Sekarang
– Pernah/tidak menderita penyakit pneumonia, tifus abdominalis, malaria, sifilis, anemia, toksoplasmasis.
– Pernah/tidak menderita penyakit menahun seperti hipertensi, penyakit ginjal, penyakit hati, DM.
– Pernah/tidak menderita keracunan, nikotin, gas beracun, alkohol.
5. Riwayat Penyakit Keluarga
– Penyakit dalam keluarga seperti menahun (hipertensi, DM).
– Menular (hepatitis, menurun (kencing manis)
6. Riwayat Menstruasi
Menarche :
Siklus haid :
Lama haid :
Banyaknya darah :
Disminorhoe :
Flour albus :
Warna :
Amenorhoe :
HPL :
7. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
Ibu mengatakan hamil yang ke I.
8. Riwayat kehamilan sekarang
Ini merupakan kehamilan 1
Keluhan selama hamil : keluar darah sedikit-sedikit / flek-flek mulai 2 hari yang lalu tanpa disertai dengan keluarnya jaringan.
– Berapa kali periksa hamil (standar ANC 4 kali, TM I = 1x, TM II = 1x, dan TM III = 2x) apa saja yang didapat saat periksa hamil.
– Belum merasakan gerak janin.
9. Riwayat perkawinan
– Status perkawinan.
– Banyaknya perkawinan.
– Lama perkawinan.
10. Riwayat KB
– KB yang pernah digunakan.
– Lama pemakaian KB.
– Keluhan yang dirasakan saat menggunakan KB.
11. Riwayat Psiko spiritual
Psikologis
– Perasaan yang dirasakan ibu cemas.
– Kehamilan ini diinginkan.
Spiritual
– Ibadah/ajaran agama yang dilaksanakan ibu selama kehamilan, misalnya sholat, mengaji dll.
12. Latar belakang sosial budaya
– Hubungan ibu dengan suami, orang tua, mertua, dan tetangga baik.
– Tanggapan dan dukungan keluarga dengan kehamilan ini.
– Adanya acara 3 bulanan dalam adat istiadat setempat.
13. Perilaku kesehatan
– Kebiasaan ibu dan keluarga untuk ke pelayanan kesehatan saat sakit misalnya ke Puskesmas.
– Tidak minum-minuman keras, merokok.
– Tidak memakai obat-obatan terlarang seperti narkoba, zat adiktif, dll.
14. Pola kebiasaan sehari-hari
• Nutrisi
– Makan 2 – 3 x/hari
– Minum air putih 6 – 8 gelas/hari
– Komposisi nasi, lauk, sayur

• Eliminasi
– BAB 1 –2 x/hari
Konsistensi lunak, warna kuning
– BAK 6 – 8 x/hari
• Aktivitas
Boleh melakukan pekerjaan / aktivitas seperti biasa, akan tetapi agak dikurangi hanya melakukan pekerjaan/aktivitas yang ringan.
• Istirahat
– Tidur siang : 1 – 2 jam/hari
– Tidur malam : + 7 – 8 jam/hari
• Kebersihan
– Mandi 2 – 3x/hari.
– Ganti pakaian dalam 2x/hari.
– Ganti pakaian luar 1 – 2 x/hari.
• Seksualitas
– Boleh melakukan hubungan intim bila tidak terjadi perdarahan / abortus pada TM I (kehamilan muda)
– Tidak boleh melakukan hubungan intim pada TM III atau apabila kepala sudah masuk rongga panggul.

B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan fisik
KU : baik
Kesadaran : Composmentis
TD : 110/70 – 129/85 mmHg
N : 60 – 90 X/menit
RR : 16 – 24 X/menit
S : 36,5 oC – 37,5 oC
TB : > 145
Lila : > 23,5 cm
BB : pada trimester I tidak boleh lebih dari 1kg / minggu
2. Pemeriksaan Khusus
Inspeksi
Kepala : Rambut lurus, tidak ada benjolan, ketombe ada/tidak

Muka : Simetris, pucat/tidak, cloasma gravidarum ada/tidak, cemas, takut, kesakitan/tidak.
Mata : Bentuk simetris, konjungtiva anemis/tidak, seklera ikterus/tidak
Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid/vena jugularis
Dada : Hyperpigmentasi areola mamae, puting menonjol
Perut : Terdapat linea alba, tidak ada luka bekas operasi, membesar sesuai dengan usia kehamilan
Genetalia : Tidak ada odema, perdarahan sedikit-sedikit/flek-flek tanpa ada jaringan yang keluar di pembalut
Ekstrimitas : Tidak odema, tidak varies

Palpasi
Leopoid I : pertengahan antara Sy – pst
Leopoid II : –
Leopoid III : –
Leopoid IV : –

Auskultasi
DJJ belum terdengar
Perkusi :
Reflek patela : +/+ atau -/-
Pemeriksaan dalam : tidak dilakukan
Pemeriksaan Lab. : PP test +

II. Interpretasi Data
DX : Ny “ “ dengan abortus imminem
DS : Ibu mengatakan keluar darah sedikit-sedikit dari kemaluannya tidak ada gumpalan.
Ibu mengatakan cemas / kawatir dengan keadaannya dan janinnya.
DO : KU : Baik
Kesadaran : Composmentis
TD : 110/70 – 129/85 mmHg
N : 60 – 90 X/menit
S : 36,5 oC – 37,5 oC
R : 16 – 24 X /menit
TB : > 145
BB : pada TM I tidak boleh lebih dari 1 kg / minggu

Inspeksi
Genetalia : keluar darah sedikit-sedikit / flek-flek tanpa adanya jaringan yang keluar dari pembalut.
Palpasi
Leopoid I : pertengahan antara Sy – pst
Auskultasi
DJJ belum terdengar

III. Identifikasi Diagnosa / masalah potensial
Abortus Incomplit

IV. Evaluasi kebutuhan segera
Bedrest (tirah baring)

V. Intervensi
DX : Ny “ “ dengan abortus imminens
Tujuan : Kehamilan masih dapat dipertahankan
Kriteria hasil :

Intervensi
– Lakukan pendekatan dengan pasien
Rasional : Dapat terjalin kerja sama yang baik sehingga memudahkan dalam melaksanakan intervensi
– Minta pasien menandatangani surat persetujuan tindakan medis (informet consent)
Rasional : Sebagai bukti tertulis bahwa px setuju dengan tindakan medis yang akan dilakukan terhadap klien tersebut setelah mendapatkan informasi dan penjelasan dari petugas

– Bina hubungan baik dengan ibu dan keluarga
Rasional : Rasa percaya ibu dan keluarga akan membantu terlaksananya dan tercapainya tujuan pemberian intervensi
– Lakukan tes kehamilan kagi
Rasional : Untuk memastikan bahwa kehamilan ibu masih bisa dipertahankan atau tidak
– Lakukan pemeriksaan terhadap ibu
Rasional : Untuk mengetahui keadaan ibu
– Beritahu ibu kondisinya dan janinnya saat ini
Rasional : Dapat mengurangi kecemasan ibu
– Jelaskan ibu banyak istirahat/tirah baring (tidak boleh turun dari tempat tidur)
Rasional : Dapat menyebabkan bertambahnya aliran darah ke uterus dan berkurangnya rangsang mekanik
– Jelaskan ibu untuk tidak melakukan aktifitas fisik berlebih
Rasional : Dapat mengurangi rangsang mekanik
– Jelaskan ibu untuk tidak melakukan hubungan seksual, TM I (kehamilan muda), TM II atau apabila kepala sudah masuk rongga pinggul
Rasional : Dengan melakukan hubungan Seks dapat menimbulkan kontraksi uterus karena sperma mengandung prostaglandin sehingga terjadi perdarahan
– Berikan Vit K, Fe
Rasional : Dapat menghentikan perdarahan dan menggantikan darah yang hilang
– Jadwalkan kunjungan ulang berikutnya
Rasional : Untuk mengetahui perkembangan ibu dan janin

VI. Implementasi
Sesuai dengan intervensi

VII. Evaluasi
Mengacu pada kriteria hasil

Nama klien :

Umur :

Agama :

Pendidikan :

Pekerjaan :

Penghasilan :

Alamat :

(FK-UNPAD, 1983 : 153).

Nama Suami :

Umur :

Agama :

Pendidikan :

Pekerjaan :

Penghasilan :

Alamat :

Categories: Uncategorized
  1. May 31, 2010 at 9:52 am

    If only I had a greenback for every time I came here.. Superb article!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: