Home > Uncategorized > Mere Exposure

Mere Exposure


Pepatah jawa ’Witing Tresno Jalaran soko Kulino’ sangat
jelas menggambarkan paradigma mere exposure ini. Zajonc (1968) yang pertama kali mengemukakan bahwa frekuensi interaksi antara objek sikap dengan individu dapat meningkatkan sikap positif terhadap objek tersebut.
Penelitian Festinger (1951) dan Newcomb, 1963) menunjukkan bahwa meningkatnya interaksi sosial dapat meningkatkan perasaan saling menyukai antara kedua belah pihak. Cook (1978) yang banyak meneliti mengenai prasangka pada kelompok minoritas, melaporkan bahwa interaksi kedua belah pihak yang semakin intensif dapat mengurangi prasangka. Penelitian lain berkaitan dengan penggunaan IT dilakukan oleh Minsky & Marin (1999)
menyatakan bahwa staf pengajar perguruan tinggi yang berasal dari fakultas eksakta dan sehari-hari bekerja menggunakan komputer cenderung akan memilih media komunikasi email daripada staf yang bekerja di bidang sosial.
Penelitian ini sekaligus menunjukkan bahwa frekuensi berinteraksi dengan suatu objek akan meningkatkan rasa senang terhadap objek tersebut sesuai dengan prinsip mere exposure.

Categories: Uncategorized Tags: ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: