Home > Kesehatan Masyarakat > Sanitasi Lingkungan

Sanitasi Lingkungan



Definisi Sanitasi Lingkungan

Sanitasi lingkungan adalah Status kesehatan suatu lingkungan yang mencakup perumahan, pembuangan kotoran, penyediaan air bersih dan sebaginya (Notoadmojo, 2003).

Rumah

Rumah adalah salah satu persyaratan pokok bagi kehidupan manusia. Rumah atau tempat tinggal manusia, dari zaman ke zaman mengalami perubahan. Pada zaman purba manusia bertempat tinggal digua-gua, kemudian berkembang, dengan mendirikan rumah tempat tinggal di hutan-hutan dan dibawah pohon. Sampai pada abad modern ini manusia sudah membangun rumah (tempat tinggalnya) bertingkat dan diperlengkapi dengan peralatan yang serba modern.sejak zaman dahulu pula manusia telah mencoba mendesain rumahnya, dengan ide mereka masing-masing yang dengan sendirinya berdasarkan kebudayaan masyarakat setempat dan membangun rumah mereka dengan bahan yang ada setempat (lokal material) pula. Setelah manusia memasuki abad modern ini meskipun rumah mereka dibangun dengan bukan bahan-bahan setempat tetapi kadang-kadang desainya masih mewarisi kebudayaan generasi sebelumnya (Notoadmojo, 2003).

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membangun suatu rumah :

1. Faktor lingkungan, baik lingkungan fisik, biologis maupun lingkungan sosial. Maksudnya membangun suatu rumah harus memperhatikan tempat dimana rumah itu didirikan. Di pegunungan ataukah di tepi pantai, di desa ataukah di kota, di daerah dingin ataukah di daerah panas, di daerah pegunungan dekat gunung berapi (daerah gempa) atau di daerah bebas gempa dan sebagainya. Rumah didaerah pedesaan, sudah barang tentu disesuaikan kondisi sosial budaya pedesaaan, misalnya bahanya, bentuknya, menghadapnya, danlain sebagainya. Rumah didaerah gempa harus dibuat dengan bahan-bahan yang ringan namun harus kokoh, rumah didekat hutan harus dibuat sedemikian rupa sehingga aman terhadap serangan-serangan binatang buas.

2. Tingkat kemampuan ekonomi masyarakat

Hal ini dimaksudkan rumah dibangun berdasarkan kemampuan keuangan penghuninya, untuk itu maka bahan-bahan setempat yang murah misal bambu, kayu atap rumbia dan sebagainya adalah merupakan bahan-bahan pokok pembuatan rumah. Perlu dicatat bahwa mendirikan rumah adalah bukan sekadar berdiripada saat itu saja, namun diperlukan pemeliharaan seterusnya (Notoadmojo, 2003).


Syarat-syarat rumah yang sehat :

1. Bahan bangunan

a. lantai : Ubin atau semen adalah baik, namun tidak cocok untuk kondisi ekonomi pedesaan. Lantai kayu sering terdapat pada rumah-rumah orang yang mampu di pedesaan, dan inipun mahal. Oleh karena itu, untuk lantai rumah pedesaan cukuplah tanah biasa yang dipadatkan. Syarat yang penting disini adalah tdak berdebu pada musim kemarau dan tidak basah pada musim hujan. Untuk memperoleh lantai tanah yang padat (tidak berdebu) dapat ditempuh dengan menyiram air kemudian dipadatkan dengan benda-benda yang berat, dan dilakukan berkali-kali. Lantai yang basah dan berdebu merupakan sarang penyakit.

b. Dinding : Tembok adalah baik, namun disamping mahal tembok sebenarnya kurang cocok untuk daerah tropis, lebih-lebih bila ventilasinya tidak cukup. Dinding rumah di daerah tropis khususnya di pedesaan lebih baik dinding atau papan. Sebab meskipun jendela tidak cukup, maka lubang-lubang pada dinding atau papan tersebut dapat merupakan ventilasi, dan dapat menambah penerangan alamiah.

c. Atap Genteng : Atap genteng adalah umum dipakai baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Disamping atap genteng cocok untuk daerah tropis, juga dapat terjangkau oleh masyarakat dan bahkan masyarakat dapat membuatnya sendiri. Namun demikian, banyak masyarakat pedesaan yang tidak mampu untuk itu, maka atap daun rumbai atau daun kelapa pun dapat dipertahankan. Atap seng ataupun asbes tidak cocok untuk rumah pedesaan, di samping mahal juga menimbulkan suhu panas didalam rumah.

d. Lain-lain (tiang, kaso dan reng)

Katu untuk tiang, bambu untuk kaso dan reng adalah umum di pedesaan. Menurut pengalaman bahan-bahan ini tahan lama. Tapi perlu diperhatikan bahwa lubang-lubang bambu merupakan sarang tikus yang baik. Untuk menghindari ini cara memotongnya barus menurut ruas-ruas bambu tersebut, maka lubang pada ujung-ujung bambu yang digunakan untuk kaso tersebut ditutup dengan kayu.

2. Ventilasi

Ventilasi rumah mempunyai banyak fungsi. Fungsi pertama adalah untuk menjaga agar aliran udara di dalam rumah tersebut tetap segar. Hal ini berarti keseimbangan O2 yang diperlukan oleh penghuni rumah tersebut tetap terjaga. Kurangnya ventilasi akan menyebabkan O2 didalam rumah yang berarti kadar CO2 yang bersifat racun bagi penghuninya menjadi meningkat.disamping itu tidak cukupnya ventilasi akan menyebabkan kelembaban udara didalam ruangan naik karena terjadinya proses penguapan dari kulit dan penyerapan. Kelembaban ini akan merupakan media yang baik untuk bakteri-bakteri, patogen (bakteri-bakteri penyebab penyakit.)

Funsi kedua daripada ventilasi adalah untuk membebaskan udara ruangan-ruangan dari bakteri-bakteri, terutama bakteri patogen, karena disitu selalu terjadi aliran udara yang terus-menerus. Bakteri yang terbawa oleh udara akan selalu mengalir. Fungsi lainya adalah untuk menjaga agar ruangan selalu tetap didalam kelembaban (humuduty) yang optium.

Ada 2 macam ventilasi, yakni :

a) Fungsi kedua dari pada ventaliasi adalah untuk membebaskan udara ruangan dari bakteri-bakteri, terutama bakteri patogen, karena disitu selalu terjadi aliran udara dan sebagainya. Di pihak lain ventilasi alamiah ini tidak menguntungkan, karena merupakan jalan masuknya nyamuk dan serangga lainya ke dalam rumah. Untuk itu harus ada usaha-usaha lain untuk melindung kita dari gigitan-gigitan nyamuk tersebut.

b) Ventilasi buatan, yaitu dengan mempergunakan alat-alat khusus untuk mengalirkan udara tersebut, misalnya kipas angin, dan mesin penghisap udara. Tetapi jelas alat ini tidak cocok dengan kondisi rumah di pedesaan.

Perlu diperhatika disinni bahwa sistem pembuatan ventilasi harus dijaga agar udara tidak berhenti atau membalik lagi, harus mengalir. Artinya di dalam ruangan rumah harus ada jalan masuk dan keluarnya udara.

3. Cahaya

Rumah yang sehat memerlukan cahaya yang cukup, tidak kurang dan tidak terlalu banyak. Kurangnya cahaya yang masuk kedalam ruangan rumah, terutama cahaya matahari di samping kurang nyaman, juga merupakan media atau tempat yang baik untuk hidup dan berkembangnya bibit-bibit penyakit. Sebaliknya terlalu banyak cahaya didalam rumah akan menyebabkan silau, dam akhirnya dapat merusakan mata. Cahaya dapat dibedakan menjadi 2, yakni :

a) Cahaya alamiah, yakni matahari. Cahaya matahari ini sangat penting, karena dapat membunuh bakteri-bakteri patogen di dalam rumah, misalnya baksil TBC. Oleh karena itu, rumah yang sehat harus mempunyai jalan masuk cahaya yang cukup. Seyogyanya jalan masuk cahaya (jendela) luasnya sekurang-kurangnya 15% sampai 20% dari luas lantai yang terdapat didalam ruangan rumah. Perlu diperhatikan di dalam membuat jendela diusahakan agar sinar matahari dapat langsung masuk ke dalam ruangan, tidak terhalang oleh bangunan lain. Fungsi jendela disini, disamping sebagai ventilasi, juga sebagai jalan masuk cahaya.

Lokasi penempatan jendela pun harus diperhatikan dan dusahakan agar sinar matahari lama menyinari lantai (bukan menyinari dinding). Maka sebaiknya jendela itu harus di tengah-tenan tinggi dinding (tembok).

Jaln masuknya cahaya ilmiah juga diusahakan dengan geneng kaca. Genteng kaca pun dapat dibuat secra sederhana, yakni dengan melubangi genteng biasa waktu pembuatanya kemudian menutupnya dengan pecahan kaca.

b) Cahaya buatan, yaitu menggunakan sumber cahaya yang bukan alamiah, seperti lampu minyak tanah, listrik, api dan sebagainya.

4. Luas bangunan rumah

Luas lantai bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni di dalamnya, artinya luas lanai bangunan tersebut harus disesuaikan dengan jumlah penghuninya. Luas bangunan yang tidak sebanding dengan jumlah penghuninya akan menyebabkan perjubelan (overcrowded). Hal ini tidak sehat, sebab di samping menyebabkan kurangnya konsumsi O2 juga bila salah satu anggota keluarga terkene penyakit infeksi, akan mudah menular kepada anggota keluarga yang lain. Luas bangunan yang optimum adalah apabila dapat menyediakan 2,5 – 3 m2 untuk tiap orang (tiap anggota keluarga).

5. Fasilitas-fasilitas didalam rumah sehat

Rumah yang sehat harus mempunyai fasilitas-fasilitas sebagai berikut:

a. Penyediaan air bersih yang cukup

b. Pembuangan Tinja

c. Pembuangan air limbah (air bekas)

d. Pembuangan sampah

e. Fasilitas dapur ruang berkumpul keluarga

Untuk rumah di pedesaan lebih cocok adanya serambi (serambi muka atau belakang).

Disamping fasilitas-fasilitas tersebut, ada fasilitas lain yang perlu diadakan tersendiri untuk rumah pedesaan, yakni:

a) Gudang, tempat menyimpan hasil panen. Gudang ini dapat merupakan bagian dari rumah tempat tinggal tersebut, atau bangunan tersendiri.

b) Kandang ternak. Oleh karena kandang ternak adalah merupakan bagian hidup dari petani, maka kadang-kadang ternak tersebut ditaruh di dalam rumah. Hal ini tidak sehat, karena ternak kadang-kadang merupakan sumber penyakit pula. Maka sebaiknya demi kesehatan, ternak harus terpisah dari rumah tinggal, atau dibikinkan kandang sendiri (Notoadmojo, 2003).

Sistem Pembuangan

Air limbah atau air buangan adalah sisa air yang dibuang yang berasal dari rumah tangga, industri maupun tempat-tempat umum lainya, dan pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup. Batasan lain mengatakan bahwa air limbah adalah kombinasi dari cairan dan sampah cair yang berasal dari daerah pemukiman, perdagangan, perkantoran dan industri, bersama-sama dengan air tanah, air permukaan dan air hujan yang mungkin ada (Haryoto Kusnoputranto, 1985).

Dari batasan tersebut dapat disimpulkan bahwa air buangan adalah air yang tersisa dari kegiatan manusia, baik kegiatan rumah tangga maupun kegiatan lain seperti industri, perhotelan, dan sebagainya. Meskipun merupakan air sisa, namun volumenya besar, karena lebih kurang 80% dari air yang digunakan bagi kegiatan-kegiatan manusia sehari-hari tersebut dibuang lagi dalam bentuk yang sudah kotor (tercemar). Selanjutnya air limbah ini akhirnya akan mengalir ke sungai dan laut dan akan digunakan oleh manusia lagi. Oleh sebab itu, air buangan ini harus dikelola atau diolah secara baik.

Air limbah ini berasal dari berbagai sumber, secara garis besar dapat dikelompokan sebagai berikut :

1. Air buangan yang bersumber dari rumah tangga (domestic wastes water), yaitu air limbah yang berasal dari pemukiman penduduk. Pada umumnya air limbah ini terdiri dari ekskreta (tinja dan air seni), air bekas cucian dapur dan kamar mandi, dan umumnya terdiri dari bahan-bahan organic.

2. Air buangan industri (industrial wastes water), yang berasal dari berbagai jenis industri akibat proses produksi. Zat-zat yang tergantung di dalamnya sangat bervariasi sesuai dengan bahan baku yang dipakai oleh masing-masing industri, antara lain : nitrogen, logam berat, zat pelarut dan sebagainya. Oleh sebab itu pengolahan jenis air limbah ini, agar tidak menimbulkan polusi lingkungan memnjadi rumit.

3. Air buangan kotapraja (municipal wastes water), yaitu air buangan yang berasal dari daerah : perkantoran, perdagangan, hotel, restoran, tempat-tempat ibadah, dan sebagainya. Pada umumnya zat-zat yang terkandung dalam jenis air limbah ini sama dengan air limbah rumah tangga.

Karakteristik air limbah perlu dikenal, karena hal ini akan menentukan cara pengolahan yang tepat, sehingga tidak mencemari lingkungan hidup. Secara garis besar karakteristik air limbah ini digolongkan menjadi sebagai berikut:

1. Karakteristik fisik

Sebagian besar terdiri dari air dan sebagian kecil terdiri dari bahan-bahan padat dan suspensi. Terutama air limbah rumah tangga, biasanya berwarna suram seperti larutan sabun, sedikit berbau. Kadang-kadang mengandung sisa-sisa kertas, berwarna bekas cucian beras dan sayur, bagian-bagian tinja, dan sebagainya.

2. Karakter kimiawi

Biasanya air buangan ini mengandung campuran zat-zat kimia anorganik yang berasal dari air bersih serta bermacam-macam zat organik berasal dari penguraian tinja, urine dan sampah-sampah lainya. Oleh sebab itu, pada umumnya bersifat basah pada waktu masih baru, dan cenderung ke asam apabila sudah memulai membusuk. Substansi organic dalam air buangan terdiri dari dua gabungan, yakni :

a. Gabungan yang mengandung nitrogen, misalnya: urea, protein, amine, dan asam amino.

b. Gabungan yang tak mengandung nitrogen, misalnya: lemak, sabun, dan karbuhidrat, termasuk selulosa.

3. Karakteristik bakteriologis

Kandungan bakteri pathogen serta organisme golongan coli terdapat juga dalam air limbah tergantung darimana sumbernya, namun keduanya tidak berperan dalam proses pengolahan air buangan.

Sesuai dengan zat-zat yang terkandung di dalam air limbah ini, maka air limbah yang tidak diolah terlebih dahulu akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup antara lain :

a. menjadi transmisi atau media penyebaran berbagai penyakit, terutama: kholera, typhus abdominalis, desentri baciler.

b. Menjadi media berkembang biaknya mikroorganisme pathogen.

c. Menjadi temoat-tempat berkembang biaknya nyamuk atau tempat hidup larva nyamuk.

d. Menimbulkan bau yang tidak enak serta pandangan yang tidak sedap.

e. Merupakan sumber pencemaran air permukaan, tanah, dan lingkungan hidup lainya.

f. Mengurangi produktivitas manusia, karena orang bekerja dengan tidak nyaman, dan sebagainya.

Pegolahan air limbah dimaksudkan untuk melindungi lingkungan hidup terhadap pencemaran air limbah tersebut. Secara ilmiah sebenarnya lingkungan mempunyai daya dukung yang cukup besar terhadap gangguan yang timbul karena pencemaraan air limbah tersebut. Namun demikian, alam tersebut mempunyai kemampuan yang terbatas dalam daya dukungnya, sehingga air limbah perlu dibuang.

Beberapa cara sederhana pengolahan air buangan antara lain sebagai berikut :

1. Pengeceran (dilution)

Air limbah diencerkan sampai mencapai konsentrasi yang cukup rendah, kemudian baru dibuang ke badan-badan air. Tetapi, dengan makin bertambahnya penduduk, yang berarti makin meningkatnya kegiatan manusia, maka jumlah air limbah yang harus dibuang terlalu banyak, dan diperluka air pengenceran terlalu banyak pula, maka cara ini tidak dapat dipertahankan lagi. Disamping itu, cara ini menimbulkan kerugian lain, diantaranya : bahaya kontaminasi terhadap badan-badan air masih tetap ada, pengendapan yang akhirnya menimbulkan pendangkalan terhadap badan-badan air, seperti selokan, sungai, danau, dan sebagainya. Selanjutnnya dapat menimbulkan banjir.

2. Kolam Oksidasi (Oxidation ponds)

Pada prinsipnya cara pengolahan ini adalah pemanfaatan sinar matahari, ganggang (algae), bakteri dan oksigen dalam proses pembersihan alamiah. Air limbah dialirkan kedalam kolam berbentuk segi empat dengan kedalaman antara 1-2 meter. Dinding dan dasar kolam tidak perlu diberi lapisan apapun. Lokasi kolam harus jauh dari daerah pemukiman, dan didaerah yang terbuka, sehingga memungkinkan memungkinkan sirkulasi angin dengan baik.

3. Irigasi

Air limbah dialirkan ke parit-parit terbuka yang digali, dan air akan merembes masuk kedalam tanah melalui dasar dan dindindg parit tersebut. Dalam keadaan tertentu air buangan dapat digunakan untuk pengairan ladang pertanian atau perkebunan dan sekaligus berfungsi untuk pemupukan. Hal ini terutama dapat dilakukan untuk air limbah dari rumah tangga, perusahaan susu sapi, rumah potong hewan, damn lain-lainya dimana kandungan zat-zat organik dan protein cukup tinggi yang diperlukan oleh tanam-tanaman.

About these ads
Categories: Kesehatan Masyarakat
  1. estu
    November 8, 2008 at 2:46 am

    tolong doonng sanitasi tentang lingkungan hidupnya agak dilengkapin dikit :)
    maaf ya bukannya aku menghina yang sudah ada saat ini tapi aku hanya ingin memberi saran

    OK!!

    • sellla
      September 16, 2014 at 1:19 am

      betol itu

  2. lrs
    November 19, 2008 at 10:55 am

    haddu…
    kebantu banget deh, sama artikel ini….
    jadi bahan tambahan buat tugas plh, disuruh bikin artikel sanitasi jg.. Hheuheu..
    thx thx thx.
    g bakal dijiblak qo. cuma buat bahan tambahan aja!!
    makasih sekali lagi..
    hehehe :)

  3. nenozz
    January 13, 2009 at 7:05 am

    Thanx bgt…. ada tugas pbl yang memang mengenai sanitasi lingkungan rumah dan lngkungan berkaitan dengan insidensi penyakit yang terjadi… btw boleh ga dimasukkin ke blogger nenozz…….?

  4. adhit
    May 5, 2009 at 9:05 am

    weew,, mksh ad artikel ini…
    kebantu bgt,, psalnya tgs PLH nni..

    • Anonymous
      October 1, 2012 at 9:31 pm

      mkasih
      cmuanya ada
      tgaz PLH jd kelar dech

      • Anonymous
        November 27, 2012 at 7:21 am

        ea ne pusingkeun

  5. indra berliana
    July 30, 2009 at 4:30 am

    makasihhhhhhhhhhhhhh

  6. TaUfIk AjAhHhHhHhHhHhH
    August 5, 2009 at 8:24 am

    Thanx bgt…. ada tugas pbl yang memang mengenai sanitasi lingkungan rumah dan lngkungan berkaitan dengan insidensi penyakit yang terjadi POKOKNYA makasihhhhhhhhhhhhhh………………………

  7. TaUfIk AjAhHhHhHhHhHhH
    August 5, 2009 at 8:25 am

    Thanx bgt…. ada tugas PLH yang memang mengenai sanitasi lingkungan rumah dan lngkungan berkaitan dengan insidensi penyakit yang terjadi POKOKNYA makasihhhhhhhhhhhhhh………………………

  8. yOgA
    August 10, 2009 at 7:39 am

    weew,, mksh ad artikel ini…
    kebantu bgt,, psalnya tgs PLH nni..

  9. vItA
    September 1, 2009 at 11:59 am

    KEREN
    BIsa buaut tambahan pelajaran PLH ma OR…
    hahahaha

  10. anggi
    November 11, 2009 at 5:51 am

    mkcieeeeeeeeeeeeeeeeeeeee

  11. anisa
    November 22, 2009 at 4:30 am

    waaaaaaaaaaaakh kouo mow nyari tntang penyakit sanitasi lingkungan’a ai pekh tekh nyasar2 kadieu sadis meeen…

  12. novendi
    November 25, 2009 at 12:28 pm

    buat yang bikin blog ini danke baget dah….!!!! aku jadi terbantu banget. lanjutkan guy’s…..!!!!!

    • adhen
      December 7, 2009 at 4:52 am

      thank you guys

  13. dina
    December 22, 2009 at 3:49 am

    Waw….Ud Baguz nie…
    Cocok bgt buat KIR Sanitasi Lingkungan q…

  14. yalsin
    February 20, 2010 at 2:32 pm

    muantap massss, thnak you

  15. February 26, 2010 at 2:20 pm

    Artikelnya lengkap

    • sgt.
      March 9, 2010 at 4:14 am

      minta tolong cariin karakteristik limbah padat Rumah Potong Hewan bisa g???

  16. yoooo....
    March 9, 2010 at 4:11 am

    kntol

  17. March 21, 2010 at 10:43 am

    MAKASIH………..
    :D

  18. alamsyah g
    March 29, 2010 at 10:48 am

    tlng ditambah referensi sanitasi nya…terimakasih

  19. April 9, 2010 at 3:59 am

    bahasan ini kayaknya hanya untuk air limbah rumah tangga, yaa…? jadi klo untuk limbah industri, gmana?

  20. siezu chan
    May 7, 2010 at 12:44 am

    , ,waah, ,tloNg ea, ,yg sanitasi lingkungan’a Lngkapi , , cz aq pNgen tau tahap” pLaksaNa’n sanitasi lingkungan tU gmNa . . ! !

  21. Ratih
    May 23, 2010 at 1:32 pm

    Thanks bgt ya artikelnya :D

  22. azka tsani ramadani
    May 26, 2010 at 3:38 am

    trima kasih artikelnya sangat membantu….

  23. June 19, 2010 at 10:28 am

    sanitasi lingkungan yang bersih adalah awal dari kesehatan masyarakat..

  24. June 20, 2010 at 8:21 am

    Kebersihan dapat dimulai dari yang paling kecil yaitu diri kita sendiri….
    artikelnya sangat menarik…

  25. ridho
    June 21, 2010 at 8:10 pm

    mana tipusnya?

  26. nadia
    July 22, 2010 at 8:27 am

    bagus banget , lengkap sesuai sama yang tak carik ..
    lumayanlah , buat presentasi , :DD
    makasi banget -

  27. elmira
    November 2, 2010 at 5:45 am

    . . haddtuuhh panjang-panjang mEtzz ..
    tpi isinya bguss …..

  28. jayko
    November 2, 2010 at 10:43 am

    makasih ya,,, mang lagi nyari tugas tentang sanitasi lingkungan

  29. jayko
    November 2, 2010 at 10:44 am

    perhitungannya kok ga ada

  30. desi guntari
    November 15, 2010 at 12:30 pm

    thank you atas bantuanya abis ini tugas PLH makanya aku cari di sini hahahaha

  31. Nadya
    November 24, 2010 at 12:32 pm

    mksh banget,,

  32. Afrieska Damanik
    December 12, 2010 at 4:11 am

    thank’s bngt y ma artikel ne…
    krn promkes qmi yg brjudul sanitasi lingkungan brjalan sukses…….

    cayoooo

  33. dodianggito
    January 10, 2011 at 1:05 pm

    wah,inidia arikel yang aku cari2 soalnya saya buuhkan banget nich….!

  34. nuryulianah
    January 16, 2011 at 1:05 pm

    sanitasi lingkungan

  35. January 17, 2011 at 2:05 am

    kesehatan lingkungan harus di jaga…!!!!!!!!

  36. adhie
    February 1, 2011 at 12:13 pm

    Aduhh dampak nyaa manaaaa

  37. February 2, 2011 at 9:57 am

    terima kasih ya artikelnya, bisa buat referensi membuat lembar info untuk komunitas dampingan kami di muara baru dan prumpung.

  38. rugun
    April 7, 2011 at 5:49 am

    bisa tau sanitasi lingkungan yang ada dikota kita sendiri?

  39. ev
    May 24, 2011 at 1:52 am

    trimksih…. infrmsi nya sangat mbntu

  40. habibie alwi
    October 8, 2011 at 12:24 am

    alhamdulillah pekerjaan rumah akhrinya selesai

  41. prasetya
    October 10, 2011 at 5:50 am

    makasih bgt kebantu ada artikel ini. keep posting!! :)

  42. sugeng
    November 8, 2011 at 2:29 pm

    ah lumayan untuk referensi tanya jawab job baru gue

  43. Anonymous
    November 16, 2011 at 9:38 am

    makasih ea artikel ini bantu saya mengerti tentang sanitasi lingkungan???? >_<

    I LOVE R

  44. sriraudah
    December 3, 2011 at 9:59 am

    thank ya…

  45. rachmawaty
    December 6, 2011 at 2:47 am

    mksh
    sangat membantu !!!

  46. Yulis
    January 31, 2012 at 4:15 am

    Duhh tlng bantuin dng tgz plh
    tentang sanitasi lingkungan dan ke5ehatan ,dan arti” penyakt’y

  47. dino yosua
    February 7, 2012 at 12:05 pm

    alus euy !!

  48. HimaWiary
    March 4, 2012 at 1:50 am

    really-really GOOD….. thxz :)

  49. fay
    March 10, 2012 at 12:31 am

    lengkap banget

  50. March 10, 2012 at 12:33 am

    membantu ku dlam mengerjakan tugs kesmas..
    msug jg yah dlm ilmu ksehatan

  51. fitri
    April 14, 2012 at 6:29 am

    ma kasih

  52. ayu
    April 28, 2012 at 9:39 am

    thx bget yah…
    hal ini membantu aku banget dalam mengerjakan tugas, sekali lagi makasi yah… :)

  53. Anonymous
    July 31, 2012 at 6:24 am

    thank’s ya artikelnya…..
    muachhhhh…..muacch…..
    maaf terlalu alayy .. :D

  54. Rima dwi mustika
    August 14, 2012 at 10:41 am

    wah mksih yah…..
    untung ada artikel nie,,jdi q bsa ngerjain tugas PLH………
    hehehe……………..

  55. reyhan januar
    August 30, 2012 at 5:11 am

    makasih yah kaka yang udah ngebantu

  56. fajar
    September 20, 2012 at 8:17 am

    ty ya

  57. Ray Agustinus Hasugian
    October 4, 2012 at 10:43 pm

    makasih kk atas ini… aku jadi gampang ngerjain PLH

  58. annisa
    November 5, 2012 at 1:12 pm

    I LIKE :)

  59. November 14, 2012 at 7:24 am

    lengkap sekali pembahasannya, semoga teknologi2 saat ini bisa mempermudah masyarakat luas yang saat ini membutuhkan sanitasi air yang baik dan sehat..

  60. November 23, 2012 at 7:18 am

    keren nih :D
    terimakasih :)

  61. dinda
    May 9, 2013 at 5:23 am

    keren, terimakasih pengetahuannya :)

  62. Anonymous
    May 11, 2013 at 7:17 am

    makasihhhh yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  63. June 12, 2013 at 11:50 am

    makasihhhh banyakkkkkkkkkkkkkkkkkkk

  64. Anonymous
    June 18, 2013 at 9:06 am

    sanitasi tentang kesehatan masyarakatnya masih rancuh nih..
    tolong di buat lengkap gan…

  65. Bowo
    July 19, 2013 at 10:16 am

    Mau tanya ini dari buku Notoatmodjo yang mana? Balas ya

  66. September 1, 2013 at 8:02 am

    from bali suksme tugas’a …. pang sukses cnk

  67. Anonymous
    September 23, 2013 at 6:19 am

    Dicari Cowok yg mau ngentod ama aku di jakarta ada tolong hubungi
    081256847206

    Udh gk sabar nih

  68. Anjelina
    October 20, 2013 at 10:44 pm

    Makasiiiiiiih bgt

  69. August 27, 2014 at 4:04 am

    Hi, this weekend is fastidious in support of me, as this point in time i am reading
    this wonderful informative piece of writing here at my
    home.

  70. September 21, 2014 at 7:56 am

    Limbah dapur dan rumah tangga sebaiknya menggunakan Tempat Sampah Fiberglass berbahan Fiberglass.

  1. April 21, 2012 at 4:55 pm
  2. April 12, 2013 at 6:15 am
  3. April 29, 2014 at 4:02 pm
  4. June 23, 2014 at 9:05 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 52 other followers

%d bloggers like this: